Pelatihan Public Speaking – Mencetak Santri yang Mampu Bicara, Mempengaruhi, dan Merubah

Pelatihan Public Speaking IAI PERSIS Bandung – Mencetak Santri yang Mampu Bicara, Mempengaruhi, dan Merubah
Foto Abdi Hendi: Nurdin Qusyaeri, Faisal, Hendi Rustandi, dan Fahmie Ahmad Syakir sesaat setelah pembukaan acara.

Bandung, DARAS.ID — Pembukaan Pelatihan Public Speaking bertema “Santri Berdaya Bicara: Public Speaking Islami untuk Pemimpin Masa Depan” yang digelar IAI PERSIS Bandung bekerja sama dengan Pesantren Persatuan Islam 84 Ciganitri pada Rabu, 19 November 2025, berlangsung hangat dan penuh gagasan besar.

Acara dimulai pukul 13.00 WIB di Gedung Qarnul Manazil dengan dihadiri 190 peserta dari jenjang Muallimien dan Aliyah.

Kegiatan dibuka oleh Warek III IAI PERSIS Bandung. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kemampuan public speaking adalah modal penting bagi santri dalam menjalankan peran dakwah dan kepemimpinan di tengah masyarakat.

Di era kompetisi narasi seperti hari ini, santri harus mampu tampil sebagai komunikator yang kuat, santun, dan visioner.

Ustadz Faisal, S.Pd., Mudir Muallimien Pesantren Persis 84, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa public speaking sangat relevan dengan kebutuhan santri Muallimien.

“Di Muallimien ada program Pengabdian Latihan kepada Jam’iyyah (PLJ). Santri dituntut turun langsung ke masyarakat. Artinya, kemampuan berbicara adalah peralatan dakwah yang wajib dikuasai,” tegasnya.

Narasumber dan peserta pelatihan public speaking IAI PERSIS Bandung dengan Pesantren Muallimien.

Dari pihak IAI PERSIS Bandung, Nurdin Qusyaeri memberikan sambutan dengan mengangkat jejak sejarah para orator besar. Ia menyebut nama Soekarno, Isa Anshari, Bung Tomo, hingga Hos Cokroaminoto—tokoh-tokoh yang mengguncang dunia melalui kekuatan kata-kata.

“Sejarah menunjukkan bahwa dunia berubah oleh orang-orang yang mampu bicara, mempengaruhi, dan merubah. Itulah ruh public speaking yang harus dimiliki santri masa depan,” ujarnya.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber tunggal Hendi Rustandi, M.Sos., Ketua Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI PERSIS Bandung. Sesi utama materi akan berlangsung setelah pembukaan dan menjadi inti pembentukan karakter komunikatif para peserta.

Pembukaan ini menandai dimulainya proses penguatan kapasitas santri, agar ke depan mereka tampil sebagai pemimpin muda PERSIS yang memiliki keberanian berbicara, kemampuan mempengaruhi, dan visi untuk merubah masyarakat ke arah kebaikan.

Baca Juga:  Gencatan Senjata Iran-Israel Masih Rapuh, Analis Peringatkan Potensi Bentrokan Baru

(dinur/dinur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *