
Banjaran, daras.id — Persatuan Islam melalui PC Persis Banjaran terus menghidupkan syiar qurban hingga ke pelosok kampung pada momentum Idul Adha tahun ini.
Pagi itu, usai takbir terakhir menggema dan shaf shalat Idul Adha perlahan bubar, rombongan Pimpinan Cabang Persis Banjaran tidak langsung pulang ke rumah. Mereka justru bergegas melanjutkan perjalanan dari satu kampung ke kampung berikutnya, menyambangi jamaah yang tengah bersiap menyembelih hewan qurban.
Bukan sekadar kunjungan seremonial. Ini adalah cara PC Persis Banjaran memastikan bahwa semangat qurban benar-benar hidup sampai ke pelosok perkampungan jamaah.
Lebih dari Sekadar Daging Qurban
Di sela-sela kunjungan, Ketua PC Persis Banjaran, H.D. Pandi, berbicara lugas. Menurutnya, qurban kerap disalahpahami hanya sebagai urusan penyembelihan dan pembagian daging. Padahal, ada sesuatu yang jauh lebih dalam di balik ritual tersebut.
“Qurban bukan hanya persoalan daging,” ujarnya. “Tetapi bagaimana jamaah hidup, berkumpul, bermusyawarah, dan merasakan kebersamaan dalam ibadah.”
Karena itulah, kunjungan lapangan ini menjadi penting baginya, bukan sekadar untuk mencatat angka hewan qurban, melainkan untuk merasakan langsung denyut kehidupan berjamaah di setiap titik.
Syiar Qurban Persis Banjaran dari Jamaah Besar hingga yang Merintis
Tahun ini, rekap sementara mencatat lonjakan yang cukup menggembirakan. PJ Banjaran memimpin dengan 10 ekor sapi. PJ Cihamerang dan PJ Sirnagalih masing-masing menghimpun 9 ekor sapi. Sementara PJ Ciapus berhasil mengumpulkan 8 ekor sapi dan 2 ekor domba.
Namun perhatian H. D. Pandi bukan hanya tertuju pada jamaah-jamaah besar tersebut. Justru ia merasa terkesan dengan cerita dari kampung-kampung kecil yang dengan segala keterbatasannya tetap bertekad menghidupkan syiar qurban.
Salah satunya adalah PJ Selajami.
Tekad Jamaah Selajami Menghidupkan Syiar Qurban
Jamaah Selajami tahun ini hanya mampu menyelenggarakan qurban satu ekor sapi. Namun di balik angka kecil itu, terdapat kisah yang jauh lebih besar.
Mahmud, M.Pd., Ketua PJ Selajami, bercerita dengan tenang saat ditemui rombongan PC. Jumlah jamaahnya memang belum banyak. Namun ia tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk berhenti bergerak.
“Kami bertekad syiar qurban harus terus hidup,” katanya. “Persoalannya bukan hanya tentang dagingnya, tetapi bagaimana ibadah berjamaah itu terasa lebih asik — ada musyawarah, ada koreksi bersama, sehingga pelaksanaan ibadah menjadi lebih tertib dan mengacu kepada sunnah Nabi SAW.”
Untuk menutup kekurangan jumlah peserta qurban, Mahmud mengambil langkah unik dengan mengajak ikhwan yang tinggal di kota untuk berqurban di Selajami. Baginya, qurban bukan sekadar transaksi ibadah, melainkan cara mempererat tali silaturahmi antara jamaah kota dan kampung.
Ia juga menegaskan satu prinsip yang ia pegang dalam kaderisasi.
“Dakwah harus terus berlangsung. Saya tidak melihat latar belakang atau masa lalu seseorang karena semua manusia memiliki masa lalu. Yang terpenting adalah komitmennya hari ini dalam beragama, serta visinya dalam berjamaah bersama Persis Banjaran,” ujarnya.
Solidaritas Jamaah dalam Distribusi Daging Qurban
Di PJ Pamoyanan, percakapan berbeda terjadi. Ketua PJ Pamoyanan, Agus Supriatna, menyinggung soal distribusi daging qurban.
Menurutnya, daging qurban seharusnya tidak hanya beredar di kalangan anggota jamaah saja, tetapi juga menjangkau warga umum, termasuk mereka yang baru mulai rutin shalat berjamaah atau shalat Jumat.
H. D. Pandi menyambut gagasan itu dengan antusias.
“Bisa jadi ada banyak orang yang sebenarnya membutuhkan, tetapi sungkan meminta bantuan kepada kita,” katanya. “Karena itu jamaah harus mampu mengidentifikasi kondisi sosial di sekitarnya.”
PC Persis Banjaran pun mendorong agar jamaah yang sudah mampu turut membantu jamaah binaan yang belum bisa mandiri menyelenggarakan penyembelihan. Solidaritas, dalam pandangan mereka, bukan slogan, melainkan praktik nyata yang harus dirawat dari hari ke hari.
Syiar Qurban Persis Banjaran Terus Bergerak
Hari itu, perjalanan PC Persis Banjaran dari satu kampung ke kampung lain bukan sekadar kunjungan biasa. Ia adalah pesan yang dikirimkan lewat kehadiran, bahwa tidak ada jamaah yang boleh merasa sendirian, dan tidak ada kampung yang boleh dibiarkan tertinggal dalam menghidupkan syiar Islam.
Data hewan qurban masih terus bertambah seiring laporan yang masuk dari berbagai jamaah. Namun satu hal sudah pasti: semangat itu menyala dari kampung ke kampung, dari yang besar hingga yang merintis.
Data rekap sementara hewan qurban mencakup 32 jamaah di lingkungan PC Persis Banjaran, dengan total ratusan ekor sapi, domba, dan kambing yang disembelih pada Idul Adha tahun ini. (Acil)





