
Kabupaten Bandung, daras.id — DKM Al-Ikhlas menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan antara PSM Makassar melawan Persib Bandung sebagai upaya membangun budaya dukungan sepak bola yang lebih sehat dan positif di kalangan remaja serta pemuda.
Kegiatan nobar tersebut berlangsung di lingkungan Masjid Al-Ikhlas yang berada di Desa Sukamanah, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, dan dihadiri warga serta kalangan pemuda setempat.
Ketua DKM Al-Ikhlas, Aap Salapudin, mengatakan bahwa loyalitas berlebihan terhadap klub sepak bola saat ini sudah mengkhawatirkan dan kerap memicu kerusuhan antarpendukung.
“Sudah banyak korban karena loyalitas yang berlebihan terhadap klub sepak bola. Kerusuhan antar suporter terjadi di mana-mana, sehingga moral dan mental loyalitas yang merusak itu harus dikembalikan pada jalur yang tepat,” ujarnya.
Menurutnya, sepak bola seharusnya menjadi hiburan dan sarana mempererat persaudaraan, bukan justru melahirkan kebencian hingga tindakan kekerasan.
“Saatnya kita sebagai kaum masjid bergerak mengingatkan bahwa klub bola bukan segala-galanya hingga mengorbankan banyak nyawa, yang sebagian besar adalah kelompok remaja dan pemuda,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk meluruskan pola kecintaan terhadap klub sepak bola agar tidak berujung pada tindakan saling menyakiti maupun permusuhan antarpendukung.
“Mari kita luruskan kecintaan mereka terhadap klub hanya sebagai hiburan, bukan untuk saling menyakitkan, menebar kebencian, bahkan pembunuhan,” tegasnya.
Selain itu, Aap Salapudin menilai masjid dapat menjadi ruang alternatif yang positif bagi anak-anak muda untuk menikmati sepak bola tanpa terbawa suasana fanatisme berlebihan.
“Jangan biarkan anak-anak kita menjadi suporter liar. Kita buat shelter-shelter nobar di tempat yang tidak membuat mereka terbawa suasana secara berlebihan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, masjid memiliki peran penting dalam membentuk mentalitas generasi muda agar loyalitas utama tetap diarahkan kepada nilai-nilai agama dan kemanusiaan.
“Masjid adalah tempat yang tepat untuk mengembalikan mentalitas loyalitas mereka pada jalur yang benar, bahwa Islam adalah tempat menumpahkan loyalitas kita di atas segalanya,” pungkasnya. (Red)






