
Daras.id – Ketua PW HIMA PERSIS Jawa Barat, Riyan Hidayatullah, mengkritik pelaksanaan kirab budaya yang dinilai belum mencerminkan upaya pelestarian budaya secara substantif.
Menurutnya, kirab budaya saat ini cenderung menjadikan budaya sebagai objek tontonan semata, bukan sebagai bagian hidup masyarakat yang dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kirab budaya bukan melestarikan budaya, tetapi memuseumkan budaya. Budaya seolah hanya dipajang dan ditampilkan, bukan dihidupkan,” ujar Riyan dalam keterangannya.
Riyan menilai kegiatan kirab budaya lebih banyak menampilkan simbol dan representasi luar dari tradisi, tanpa menyentuh nilai utama yang terkandung di dalam budaya tersebut.
Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, budaya harus hadir dalam praktik sosial masyarakat melalui pengamalan nilai, norma, dan kebiasaan yang diwariskan secara berkelanjutan.
“Kalau budaya hanya ditampilkan saat acara tertentu, maka maknanya akan hilang. Budaya harus hidup dalam keseharian masyarakat,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan budaya. Menurutnya, pemahaman terhadap budaya tidak cukup diperoleh melalui pertunjukan atau seremoni, tetapi perlu dibangun melalui pendidikan dan pembinaan yang berkelanjutan.
Karena itu, PW HIMA PERSIS Jawa Barat mendorong adanya evaluasi terhadap konsep kirab budaya agar tidak hanya berorientasi pada pertunjukan, tetapi juga mampu memperkuat nilai budaya di tengah masyarakat.
Riyan berharap pelestarian budaya ke depan lebih diarahkan pada penguatan kesadaran masyarakat terhadap nilai budaya itu sendiri, sehingga budaya tetap relevan dan tidak kehilangan makna di tengah perubahan zaman. (red)






