Nurdin Qusyaeri, DARAS.ID Tubuh itu tak butuh piring yang penuh, Ia hanya perlu secuil untuk…
Puisi
Tangisan yang Tertahan Itu, Akhirnya Pecah Juga
Oleh Popi Sri Mulyani Tak ada yang tahu… Betapa banyak malam yang dilalui dengan mata…
Titipan yang Menuju Surga: Sepenggal Rindu dari Orang Tua yang Mengikhlaskan
Oleh Popi Sri Mulyani* Anak bukanlah milik kita… ia hanya titipan, sepotong cahaya yang Allah…
Ketika Rasa Menjadi Alasan
Oleh Popi Sri Mulyani* Ada masa di mana cinta tidak lagi menjadi rumah, dan janji…
Untukmu yang Terlihat Kuat
Oleh Popi Sri Mulyani* Mungkin… ia tidak sedang tidur. Ia hanya memejamkan mata, berharap dunia…
Gua Ashabul Kahfi dan Tidur yang Panjang
Oleh Herdiana* Ada kalanya waktu berhenti berdetak— bukan jarum jam terpaku pada angka, melainkan napas…
Surat Terbuka untuk Jiwa-Jiwa Introvert
Oleh Popi Sri Mulyani* Untukmu yang lebih nyaman diam, yang lebih suka menulis daripada berkata,…
No More Posts Available.
No more pages to load.
