Jejak Pertemuan, Hikmah Perpisahan

Buat apa bertemu? kalau akhirnya untuk berpisah?

Jejak - Pertemuan - hikmah -perpisahahan
Dokumentasi Ibu-ibu KPI Tamhied lulusan 2025, hasil jepretan Bapak Dosen.

Oleh A Badru Rifai

Pertemuan selalu membawa harapan. Ia datang seperti angin yang membuka jendela, memberi cahaya baru dalam hidup seseorang. Namun tidak semua pertemuan diciptakan untuk menjadi rumah; sebagian hanya hadir sebagai jeda singkat di tengah perjalanan. Disitulah muncul pertanyaan yang getir namun jujur, buat _apa bertemu kalau akhirnya berpisah?_

Mungkin penjelasannya adalah karena hidup tidak selalu mengukur nilai suatu pertemuan dari lamanya ia bertahan, tetapi dari makna yang ia tinggalkan. Ada sosok yang berhenti sebentar, tetapi mengubah cara kita memandang dunia.

Ada hati yang hanya menyapa sebentar, tapi membuat kita mengenal diri sendiri lebih dalam. Oleh karena itu, perpisahan bukan sekedar kehilangan, kadang ia adalah proses pemulihan.

Berpisah, sejatinya, adalah ujian keikhlasan. Di sana kita belajar bahwa mencintai sesuatu tidak selalu berarti mempertahankannya. Ada kalanya makna terbesar justru terletak pada pelepasan dengan lahan dada. Keikhlasan bukan melupakan, melainkan menerima bahwa setiap orang mempunyai arah dan takdirnya masing-masing.

Dan ketika kita berhasil melewati fase itu, fase merelakan tanpa menyimpan luka, fase menyimpan kenangan tanpa menahan langkah seseorang, maka kita menemukan sesuatu yang lebih utuh yaitu kebahagiaan yang tidak lagi bergantung pada hadir atau tidaknya seseorang, tetapi pada ketenangan hati yang mampu berdamai dengan apa yang telah terjadi.

Pada akhirnya, perjalanan itu membentuk sebuah lingkaran makna,
bertemu mengajarkan rasa, berpisah mengajarkan ikhlas, dan keikhlasan membuka jalan menuju kebahagiaan yang lebih dewasa dan mendalam.

Bravo KPI🔥🔥

*Penulis adalah Dosen KPI IAI Persis Bandung

Editor : Popi Sri’m

Baca Juga:  Ketika Rasa Menjadi Alasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *