Lima Ayat Lima Ayat

 

Lima Ayar

Oleh Ustadz Iwan Ridwan

Rufai’ bin Mihran—yang lebih dikenal dengan kunyah Abu Al-‘Aliyah—adalah seorang tabi‘in terkemuka. Ia termasuk ulama besar di kalangan ulama, tokoh di antara para penghafal Al-Qur’an, sekaligus ahli hadis (muhaddits).

Beliau lahir di wilayah Persia dan tumbuh di sana setelah negeri tersebut berada di bawah kekuasaan kaum muslimin—sebuah fase sejarah yang mengantarkan masyarakatnya keluar dari kegelapan menuju cahaya Islam.

Rufai’ pada awal kehidupannya adalah seorang budak milik seorang wanita dari Bani Tamim. Sang majikan dikenal sebagai pribadi yang tegas, cerdas, terhormat, serta memiliki ketakwaan dan keimanan yang mendalam. Meski berstatus budak, Rufai’ memiliki semangat luar biasa dalam menuntut ilmu. Waktu istirahat dari pekerjaannya ia manfaatkan untuk menghafal Al-Qur’an dan hadis.

Pada suatu hari Jumat, Rufai’ berwudu dengan sebaik-baiknya, lalu meminta izin kepada majikannya untuk pergi.

“Hendak ke mana engkau?” tanya sang majikan.

“Aku hendak ke Masjid Jami’,” jawab Rufai’.

“Kalau begitu, mari kita berangkat bersama,” ujar majikannya.

Setibanya di Masjid Jami’, saat kaum muslimin telah berkumpul, sang majikan tiba-tiba berkata dengan suara lantang,

Wahai kaum muslimin, saksikanlah! Pada hari ini aku memerdekakan budakku Rufai’, semata-mata mengharap pahala dari Allah SWT.”

Sejak meraih kemerdekaannya, semangat Rufai’ dalam menuntut ilmu semakin menyala. Ia belajar langsung kepada para sahabat utama Rasulullah ﷺ, tanpa memandang jarak dekat atau jauh, waktu singkat atau lama. Setiap detik hidupnya ia manfaatkan untuk menimba ilmu.

Selain dikenal sebagai ulama, Rufai’ juga masyhur sebagai pemberi nasihat. Salah satu pesan yang sering ia sampaikan kepada kaum muslimin adalah pentingnya kesungguhan dalam mencari ilmu. Ia berkata:

Baca Juga:  Arah Strategis Presiden Prabowo Subianto dalam Memutus Mata Rantai Kemiskinan di Indonesia

Sibukkanlah diri kalian dengan menuntut ilmu dan perbanyaklah bertanya. Ketahuilah, ilmu tidak akan menetap pada orang yang malu dalam urusan ilmu dan tidak pula pada orang yang sombong. Orang yang malu enggan bertanya, sementara orang yang sombong enggan belajar karena keangkuhannya.”

Kepada para muridnya, ia juga berpesan:

Pelajarilah Al-Qur’an lima ayat lima ayat. Cara ini lebih mudah dihafal dan lebih memungkinkan untuk dipahami. Sesungguhnya Jibril menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi ﷺ lima ayat demi lima ayat.”

(Disarikan dari kitab Shuwarun min Hayati at-Tabi‘in, hlm. 367–375).

Isilah akal dengan ilmu yang bermanfaat, dan peliharalah hati dengan nasihat yang baik.

والله أعلم

Editor: Noer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *