Website Berita dan Opini
Indeks

Selamatkan Generasi Muda dari Bahaya Narkoba

Selamatkan Generasi muda dari narkoba
Flyer anti narkoba diambil dari threads

 

Oleh Nurdin Qusyaeri 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا يُوافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَهُ

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah menganugerahkan kepada kita akal sebagai cahaya, iman sebagai pelita, dan takwa sebagai benteng penjaga kehidupan.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, para sahabat beliau, dan seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnahnya hingga akhir zaman.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Pada hari yang mulia ini, marilah kita bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Takwa yang bukan hanya hidup di lisan, tetapi hadir dalam sikap.

Takwa yang bukan hanya disebut di mimbar, tetapi dibuktikan dalam rumah, di sekolah, di kampus, di jalan, dan di tengah masyarakat. Sebab salah satu musuh terbesar takwa pada zaman ini adalah sesuatu yang datang perlahan, namun merusak dengan cepat: narkoba.

Jamaah yang dimuliakan Allah

Narkoba bukan sekadar barang haram. Ia adalah racun yang menggerogoti akal, menumpulkan nurani, merusak tubuh, menghancurkan masa depan, dan menjerumuskan manusia ke jurang kehinaan.

Ia tidak datang dengan wajah buas, tetapi menyamar dengan janji palsu. Ia tidak selalu mengetuk pintu dengan teriakan, tetapi masuk lewat kelengahan, pergaulan, rasa ingin tahu, dan hawa nafsu yang tak terkendali.

Allah SWT telah mengingatkan kita dalam firman-Nya:

“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, judi, berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji dari pekerjaan setan, maka jauhilah itu agar kamu beruntung.”
(QS. Al-Ma’idah: 90)

Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu yang memabukkan, merusak kesadaran, dan menghilangkan kemampuan manusia untuk berpikir jernih harus dijauhi. Narkoba, dalam segala bentuk dan namanya, termasuk ke dalam jalan kebinasaan itu. Sebab ia merampas anugerah terbesar yang Allah titipkan kepada manusia: akal.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Betapa ngeri wajah kerusakan yang ditimbulkan narkoba. Kita tidak sedang berbicara tentang bahaya yang samar, tetapi tentang kehancuran nyata yang telah memakan korban dari kalangan anak muda.

Data yang beredar dari Badan Narkotika Nasional menunjukkan, setiap hari sekitar 50 orang di Indonesia meninggal akibat narkoba, dan dalam setahun jumlahnya mencapai sekitar 18 ribu jiwa. Korban terbanyak berada pada kelompok usia 14 hingga 25 tahun, yaitu usia yang semestinya menjadi masa belajar, masa tumbuh, masa berjuang, dan masa menyiapkan masa depan bangsa.

Baca Juga:  Menjadi Pahlawan di Zaman Tanpa Perang

Bayangkan, jamaah sekalian, setiap hari ada nyawa yang padam karena racun ini. Setiap hari ada keluarga yang berduka. Setiap hari ada ibu yang menangis, ayah yang menunduk lesu, dan rumah yang kehilangan cahaya.

Narkoba bukan hanya membunuh tubuh, ia membunuh harapan. Ia tidak hanya membuat seseorang sakit, tetapi juga membuat satu keluarga runtuh, satu lingkungan rusak, dan satu generasi kehilangan arah.

Lebih menyayat lagi, BNN juga menyebut bahwa 312 ribu remaja berusia 15 hingga 25 tahun di Indonesia telah terpapar narkotika. Angka ini bukan sekadar statistik.

Ini adalah lonceng bahaya yang berdentang keras di depan rumah kita sendiri.

Ini adalah tanda bahwa racun telah menyusup ke ruang-ruang yang seharusnya penuh tawa anak muda, penuh buku pelajaran, penuh cita-cita, dan penuh harapan.

Jamaah Shalat Jumat rahimakumullah

Jika ratusan ribu remaja telah terpapar, maka kita sedang menyaksikan krisis yang sangat serius. Masa muda yang seharusnya digunakan untuk menuntut ilmu dan membangun karakter, justru dirampas oleh candu yang menipu.

Ada yang putus sekolah, ada yang terjerat hukum, ada yang kehilangan masa depan, ada yang rusak mentalnya, ada yang jatuh dalam kebohongan dan keputusasaan, bahkan ada yang kehilangan nyawanya dalam usia yang sangat muda.

Begitu tragisnya narkoba, hingga ia tidak hanya merusak satu orang, melainkan seluruh mata rantai kehidupan di sekelilingnya.

Karena itu, jangan sekali-kali kita menganggapnya sebagai masalah kecil. Satu kali mencoba bisa menjadi awal kehancuran. Satu kelengahan bisa menjadi pintu masuk menuju dosa yang panjang. Satu pembiaran bisa berubah menjadi tragedi yang menimpa keluarga. Narkoba adalah jalan yang menghancurkan secara perlahan, tetapi pasti.

Maka wahai kaum muslimin, para orang tua, para guru, para ustaz, para pemuda, dan seluruh jamaah sekalian, jagalah rumah kita dari racun ini. Awasi anak-anak kita. Kenali pergaulannya. Dengarkan keluh kesahnya. Jangan biarkan mereka merasa sendirian dalam menghadapi tekanan hidup.

Sebab banyak penyalahgunaan narkoba dimulai dari hati yang kosong, lingkungan yang salah, dan keluarga yang kehilangan komunikasi.

MUI Jawa Barat telah mengimbau agar masjid-masjid mengangkat tema bahaya narkoba dalam khutbah Jumat.

Ini adalah panggilan yang sangat penting. Masjid tidak boleh tinggal diam ketika generasi di sekitarnya terancam. Masjid harus menjadi benteng moral, tempat umat diperingatkan sebelum jatuh, tempat jiwa dibangunkan sebelum hancur, dan tempat generasi dipelihara sebelum binasa.

Baca Juga:  Bertemu Abah Jujun Junaedi: Sing Jadi "Sarjana Jadi"

Jamaah yang dimuliakan Allah

Narkoba tidak hanya merusak badan. Ia merusak martabat. Narkoba tidak hanya melemahkan fisik, tetapi juga menumpulkan iman. Narkoba tidak hanya menghancurkan sekolah, tetapi juga menghancurkan masa depan bangsa.

Jika bangsa ini ingin kuat, maka akalnya harus dijaga. Jika akal ingin dijaga, maka narkoba harus ditolak.

Jika narkoba harus ditolak, maka semua pintu yang mengarah kepadanya harus ditutup rapat.

Mari kita kuatkan keluarga dengan kasih sayang dan pengawasan. Mari kita kuatkan pemuda dengan ilmu dan iman. Mari kita kuatkan masyarakat dengan kepedulian dan keberanian.

Mari kita jadikan masjid sebagai pusat pencerahan, bukan sekadar tempat ritual yang sunyi dari masalah umat. Sebab generasi yang selamat bukan generasi yang dibiarkan liar, melainkan generasi yang dipandu dengan iman, dijaga dengan ilmu, dan diarahkan dengan akhlak.

أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.

 

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَحْدَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Marilah kita teguhkan kembali hati kita bahwa narkoba adalah musuh nyata yang harus dilawan bersama. Ia bukan jalan keluar, melainkan jalan kehancuran; bukan penghibur luka, melainkan pembuka derita.

Karena itu, jangan pernah memberi ruang bagi racun ini masuk ke rumah, lingkungan, dan masa depan anak-anak kita.

Data telah menunjukkan betapa seriusnya ancaman ini. Setiap hari puluhan orang meninggal akibat narkoba, dan ratusan ribu remaja telah terpapar.

Ini berarti kita sedang menghadapi krisis generasi, krisis akal, dan krisis moral sekaligus. Maka, yang dibutuhkan bukan hanya penyesalan, tetapi ketegasan, kepedulian, dan gerakan pencegahan sejak dini.

Orang tua harus lebih dekat dengan anak-anaknya.

Guru harus peka terhadap perubahan muridnya.

Pemuda harus berani menolak pergaulan rusak.

Dan masjid harus terus menjadi pusat nasihat, pusat cahaya, serta perlindungan bagi umat.

Sebab generasi yang diselamatkan hari ini adalah peradaban yang ditegakkan untuk esok hari.

Ya Allah, lindungilah anak-anak kami dari narkoba dan segala keburukan. Teguhkan iman kami, kuatkan keluarga kami, dan jadikan masjid-masjid kami benteng penjaga umat.

إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ…
فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *