PW HIMA PERSIS Jabar Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Andrie Yunus

Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis

Bandung, Daras.id – Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PW HIMA PERSIS) Jawa Barat mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis Andrie Yunus. Organisasi mahasiswa tersebut menilai peristiwa ini tidak bisa dipandang sekadar sebagai tindak kriminal biasa, tetapi berpotensi menjadi ancaman serius terhadap kehidupan demokrasi dan kebebasan sipil di Indonesia.

Ketua PW HIMA PERSIS Jawa Barat, Riyan Hidayatulloh, menegaskan bahwa kekerasan terhadap aktivis harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Menurutnya, tindakan semacam ini dapat menciptakan rasa takut di tengah masyarakat dan berpotensi membungkam ruang kritik publik.

“Jika kekerasan terhadap aktivis dibiarkan, maka ini akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi. Ruang kritik publik bisa terancam oleh rasa takut,” ujarnya.

Baca Juga:  Hima Persis Jawa Barat Kritik Tunjangan DPRD: Potret Ketidakadilan di Tengah Hidup Rakyat

Riyan menambahkan bahwa Indonesia merupakan negara hukum sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Oleh karena itu, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi setiap warga negara dari ancaman kekerasan serta menjamin kebebasan sipil dalam kehidupan demokrasi.

Desak Penegakan Hukum Transparan

PW HIMA PERSIS Jawa Barat juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus secara cepat dan transparan. Selain menangkap pelaku, aparat diminta mengungkap kemungkinan adanya aktor intelektual yang berada di balik tindakan tersebut.

Organisasi mahasiswa ini menilai penegakan hukum yang tegas menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap negara serta memastikan keamanan bagi para aktivis dan pembela hak asasi manusia.

Sikap Resmi PW HIMA PERSIS Jawa Barat

Atas peristiwa tersebut, PW HIMA PERSIS Jawa Barat menyampaikan sikap tegas sebagai berikut:

  1. Mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus.
  2. Mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini hingga ke aktor intelektualnya.
  3. Menagih tanggung jawab negara untuk menjamin perlindungan bagi masyarakat sipil dari ancaman kekerasan.
  4. Menolak segala bentuk kekerasan terhadap aktivis dan pembela hak asasi manusia.

PW HIMA PERSIS Jawa Barat menegaskan bahwa perlindungan terhadap aktivis dan masyarakat sipil merupakan syarat penting bagi tegaknya negara hukum dan demokrasi di Indonesia. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *