KKN Mahasiswa IAI Persis Bandung

Kelompok 8: Dari Kampus Ke Kampung Cinarusa Lereng Mandalawangi

Serah Terima dan Sebaran Mahasiswa

Sebanyak 400 mahasiswa Institut Agama Islam Persis Bandung mengikuti program Kuliah Kerja Nyata KKN tahun akademik 2025 2026 di Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung.

Serah terima dilaksanakan pada 17 Januari 2026 dan kegiatan berakhir pada 14 Februari 2026 dengan penutupan di Kantor Kecamatan Nagreg. Mahasiswa disebar ke delapan desa di wilayah tersebut.

Penempatan di Desa Mandalawangi

Kelompok 8 ditempatkan di Desa Mandalawangi yang terdiri atas empat dusun dan berada di lereng serta kaki utara Gunung Mandalawangi. Tepatnya di dusun 1 Kampung Cinarusa yang menjadi lokasi pengabdian terletak di perbukitan bagian timur Kabupaten Bandung dengan jumlah penduduk sekitar 810 jiwa yang tersebar di dua RW dan enam RT.

Kampung ini memiliki tiga masjid satu diantaranya adalah Masjid Jami Nurul Huda, satu pos Paud dan satu Madrasah Diniyah.

Komposisi dan Tahap Observasi

Kelompok 8 beranggotakan 20 mahasiswa terdiri atas lima laki laki dan 15 perempuan yang menempati dua posko di Dusun 1 dan Dusun 2. Pada pekan pertama mahasiswa melakukan observasi melalui kunjungan ke aparat desa, DKM masjid, tokoh masyarakat, dan warga untuk memetakan kebutuhan lapangan.

Pemetaan Program Kerja

Memasuki pekan kedua mahasiswa menyusun program kerja dengan tema “penguatan kelembagaan masjid, madrasah, dan organisasi keagamaan sebagai pusat pembinaan umat”. Hasil observasi menunjukkan adanya keterbatasan fasilitas pendidikan dan perlunya pembinaan keagamaan yang berkelanjutan.

Realisasi Program di Lapangan

Pada tahap pelaksanaan mahasiswa melakukan pemasangan pipa air dari mata air Cileuweng ke Pos PAUD Mekarsari untuk mendukung kebutuhan air bersih. Selain itu dilaksanakan pelatihan metode Tamat (tahsin maqamat), pelatihan adzan, penyediaan Iqra dan Alquran, serta kerja bakti membersihkan Pos PAUD.

Baca Juga:  Komisi Super Reformasi Polri: Antara Harapan, Bayangan Masa Lalu, dan Taruhan Masa Depan

Selama kurang lebih tiga minggu kami mengabdikan diri di pos Paud, Madrasah Diniyah dan Masjid Ash-Shobirin, kami ikut serta dalamĀ  kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan.

Tidak sempurna bagi kami jika kami tidak mengunjungi ladang sebagai tempat mata pencaharian mereka.

Penyuluhan dan Tabligh Akbar

Mahasiswa menggelar penyuluhan tentang memakmurkan masjid bersama Dr Neuis Marpuah M.MPd. Fasdu (pengobatan tibun nabawi), pemberian baju layak pakai, dan game edukasi. Rangkaian kegiatan ditutup dengan tabligh akbar bersama Dr Roni Nugraha M.Ag. yang sekaligus menjadi momen perpisahan dengan warga Kampung Cinarusa, pada hari Rabu tanggal 11 Februari 2026.

Sambutan dan Antusiasme Warga

Selama pelaksanaan KKN mahasiswa merasakan dukungan dan sambutan hangat dari warga. Anak anak Kampung Cinarusa aktif mengunjungi posko untuk belajar dan berinteraksi. Sinergi antara aparat desa, tokoh masyarakat, dan warga mendukung kelancaran seluruh program.

Apresiasi untuk Aparat dan Tokoh Masyarakat

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Pemerintah Desa Mandalawangi, Kepala Dusun 1 Bapak Kusnadi beserta keluarga, Ketua RW 01 Bapak Iyep, Ketua RW 09 Bapak Sopian, para Ketua RT 01, 02 dan 03, serta RT 02 RW 01 Bapak Opik yang menyediakan rumahnya untuk kami sewa sebagai posko, dan banyak membantu kami dalam segala hal.

Apresiasi juga diberikan kepada para sesepuh serta warga seperti Bu Nenah dan Bu Eneng atas kepedulian terhadap pendidikan dan sosial.

Pengalaman yang Menjadi Pembelajaran

Mahasiswa menilai pengabdian di Kampung Cinarusa menjadi pengalaman berharga. Kegiatan ini memberi pelajaran bahwa pendidikan tidak hanya diperoleh di bangku kuliah tetapi juga melalui interaksi dan pengalaman langsung di tengah masyarakat. Pengalaman menjelma menjadi guru paling hebat, yang mengajar tanpa suara, tapi membekas selamanya.

Baca Juga:  Eid sebagai Manifesto: Hidup Baru Pasca-Revolusi Puasa

(YoenAsmi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *