Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAI PERSIS Bandung Kunjungi Peserta Tamhiedul Muballighoh PERSISTRI KBB

Dekan Fakultas dakwah dan Komunikasi Islam IAI PERSIS Bandung Kunjungi Peserta Tamhiedul Muballighoh PERSISTRI KBB
Foto Andri Hendrawan: PERSISTRI KBB dan Jajaran Fakultas Dakwah IAI PERSIS Bandung, Muballighoh Cucu (paling kiri), Nunung Nurhasanah, Nurdin Qusyaeri, Hendi Rustandi, Badru Rifa’i, Andri Hendrawan, dan Ela Komala.

 

Kabupaten Bandung Barat, DARAS.ID — Rombongan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) PERSIS Bandung melakukan kunjungan silaturahmi ke peserta program Tamhiedul Muballighoh PERSISTRI Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu (24/1) di aula Gedung Pusat Dakwah PERSIS KBB (Pusdapi).

Kegiatan ini berlangsung penuh semangat dari pukul 13.00 hingga 14.30.

Rombongan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam dipimpin oleh Dekan Nurdin Qusyaeri, M.Si., didampingi oleh Wakil Dekan Andri Hendrawan, M.Ag., Ketua Program Studi KPI A. Badru Rifa’i, M.Hum., Sekretaris Prodi KPI Hendi Rustandi, M.Sos., Dosen Senior KPI Nunung Nurhasanah, M.I.Kom., dan Sekretaris Pascasarjana Dr. Ela Komala, M.Pd.

Kehadiran mereka disambut hangat oleh Ketua PERSISTRI KBB, Ela Susilawati, S.Pd., beserta 70 peserta program Tamhiedul Muballighoh.

Foto Nunung Nurhasanah: Jajaran Peserta Tamhiedul Muballighoh PERSISTRI KBB dan Nunung Nurhasanah pihak IAI PERSIS Bandung.

 

Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Nurdin Qusyaeri, M.Si., yang memaparkan kondisi dunia mutakhir yang penuh tantangan dakwah.

Dalam sambutannya, Nurdin menekankan pentingnya peran muballigh dalam menghadapi perubahan zaman, termasuk kemampuan memahami teknologi dan komunikasi modern sebagai alat strategis untuk menyampaikan risalah Islam secara lebih luas dan efektif.

“Kita hidup di era di mana dakwah tidak lagi hanya disampaikan di mimbar, tetapi juga harus mampu menjangkau masyarakat melalui berbagai media dan platform”, ujarnya.

Lebih lanjut Nurdin mengatakan, “Menjadi seorang muballigh di zaman ini menuntut pemahaman yang mendalam, wawasan yang luas, dan strategi komunikasi yang cerdas,” ungkapnya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan paparan dari tim rombongan yang mengajak para peserta untuk melanjutkan perjalanan ilmiah dan dakwah mereka dengan bergabung di Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAI PERSIS Bandung.

Para dosen memaparkan berbagai program, termasuk kesempatan melanjutkan kuliah S1 melalui sistem konversi atau RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau), yang memungkinkan pengalaman dakwah dan pembelajaran sebelumnya diakui dalam proses perkuliahan.

Baca Juga:  Trump Larang Mahasiswa Asing di Harvard, Hakim AS Keluarkan Penangguhan Sementara

Setelahnya, peserta diberikan kesempatan untuk berdialog interaktif. Berbagai pertanyaan mengenai perkuliahan, prospek karier, hingga kiat-kiat menjadi muballigh yang profesional diajukan dengan penuh antusiasme.

Para dosen menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan lugas dan penuh inspirasi, sehingga suasana dialog terasa hidup dan berkesan.

Ketua PERSISTRI KBB, Ela Susilawati, S.Pd., mengapresiasi kehadiran rombongan dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam.

“Kunjungan ini sangat berarti bagi kami. Penjelasan yang disampaikan tidak hanya membuka wawasan, tetapi juga membangkitkan semangat para peserta untuk terus belajar dan berdakwah dengan cara yang relevan di zaman sekarang,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara PERSISTRI KBB dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAI PERSIS Bandung.

Selain itu diharapkan dapat memotivasi para peserta untuk menjadi muballigh dan muballighoh yang tidak hanya fasih menyampaikan dakwah, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman dengan ilmu dan strategi komunikasi yang tepat.

 

(dinur)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *