MEP Mantapkan Langkah Menuju Sekolah Berkarakter Islami dan Berdaya Saing Global Lewat Evaluasi dan Pembekalan SDM

MEP Mantapkan Langkah Menuju Sekolah Berkarakter Islami dan Berdaya Saing Global Lewat Evaluasi dan Pembekalan SDM
Foto panitia: Segenap civitas yayasan, para pendidik dan tenaga kependidikan MEP 2025.

 

Bandung, DARAS.ID — Yayasan Mutiara Embun Pagi (MEP) terus menunjukkan komitmen serius dalam membangun mutu pendidikan yang unggul dan berkarakter. Pada Kamis, 29 Mei 2025, Yayasan Mutiara Embun Pagi (MEP) menggelar kegiatan Evaluasi dan Monitoring Tahunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB, bertempat di Aula MEP.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolektif untuk mewujudkan visi sekolah: “Menjadi lembaga pendidikan yang berkarakter Islami dan berdaya saing global.”

Tak hanya menghadirkan guru dan tenaga kependidikan, acara ini juga dihadiri oleh jajaran Yayasan MEP, yaitu Iim Ibrohim (Ketua), Lalan Sahlani (Sekretaris Umum), Beny Ahmad Baenuty (Bendahara), dan Nurdin Qusyaeri (Sekretaris).

Dimulai dengan Spirit Kebangsaan dan Keislaman

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars MEP, menciptakan suasana yang khidmat namun penuh semangat.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan, Iim Ibrohim, menekankan pentingnya membangun lembaga pendidikan yang tidak hanya berkualitas akademik, tapi juga kuat dalam nilai-nilai keislaman:

“MEP harus hadir sebagai lembaga yang menjawab tantangan zaman. Profesionalisme SDM pendidikan adalah jantung dari perubahan.”

Evaluasi Kinerja: Pilar Refleksi dan Perbaikan

Salah satu pilar penting dalam kegiatan ini adalah evaluasi tahunan terhadap semua guru dan tenaga kependidikan (tendik). Evaluasi dilakukan menyeluruh dengan menyoroti aspek kompetensi pedagogik, kepribadian, kinerja profesional, dan kontribusi terhadap pengembangan lembaga.

Langkah ini penting dalam rangka menjaga kesinambungan mutu dan semangat refleksi diri menuju perbaikan.

Pembekalan SDM: Dari Perencanaan Akademik hingga Branding Sekolah

Dalam rangka memperkuat kapasitas SDM, panitia menghadirkan dua narasumber kompeten:

1. Mulyanti – Evaluasi Diri Sekolah dan Rencana Program

Baca Juga:  Mendes Yandri Dorong Kampung Adat Cikondang Jadi Desa Wisata dan Lumbung Pangan Nasional

Mulyanti, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum dan Humas SD Muhammadiyah 7 Bandung, membuka sesi pembekalan dengan tema “Evaluasi Diri Sekolah (EDS) dan Penataan Rencana Program Tahun Ajaran Baru.”

Ia menekankan pentingnya EDS sebagai alat diagnosis internal yang harus dilakukan secara partisipatif dan berbasis data, agar program sekolah lebih terarah dan realistis.

2. Agung Tirta Wibawa – Branding Sekolah dan “Riya Hasanah”

Sesi kedua diisi oleh Agung Tirta Wibawa, S.Sos., M.Ag., dosen Ilmu Komunikasi di UHAMKA dan Universitas Muhammadiyah Bandung, yang membahas “Strategi Branding Sekolah di Era Digital.” Dengan gaya komunikatif dan bernas, Agung mengingatkan pentingnya sekolah membangun citra melalui komunikasi publik yang aktif dan konsisten.

Dalam paparannya, Agung mengangkat fenomena enggannya sebagian guru atau sekolah untuk mempublikasikan kegiatan dengan alasan takut riya. Ia justru menyebut bahwa:

“Kalau ada ‘penyakit hati’ yang boleh dibudayakan, maka itu adalah kebiasaan untuk selalu memposting sekecil apapun kegiatan sekolah. Kalau itu disebut riya, maka itulah yang saya sebut ‘Riya Hasanah’,” tegasnya yang langsung disambut antusias peserta.

Menurut Agung, branding sekolah bukan sekadar logo atau slogan, tetapi dibangun dari reputasi, kualitas layanan, dan konsistensi komunikasi digital. Di era saat ini, publikasi bukanlah sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis dalam membangun kepercayaan publik.

“Jika sekolah punya kegiatan baik tapi tak dipublikasikan, maka itu seperti menyalakan lilin di bawah meja. Dunia tidak akan tahu bahwa kita bercahaya,” ujarnya mengutip filosofi komunikasi publik.

Menuju Masa Depan Sekolah yang Relevan dan Berdaya Saing

Acara ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum strategis bagi MEP untuk terus menguatkan kualitas internal dan membangun fondasi masa depan.

Baca Juga:  Kekerasan di Sekolah yang Kian Meningkat, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Dengan pendidik dan tenaga kependidikan yang reflektif, komunikatif, serta profesional, MEP siap menapaki jalan panjang menuju lembaga pendidikan Islam yang unggul, relevan, dan mendunia.

Sebagaimana disampaikan dalam refleksi penutup oleh salah satu peserta, Ajeng Kharisma Ayu:

“Kami semakin yakin bahwa menjadi guru bukan hanya tentang mengajar, tapi juga tentang memperkuat sistem, membangun citra lembaga, dan mendidik dengan nilai-nilai Islam yang membumi”

(bram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *