Website Berita dan Opini
Indeks

Persib Bangkit di Jepara, Remontada Tutup September dengan Tiga Poin

Persib Bangkit di Jepara, Remontada Tutup September dengan Tiga Poin
Foto X Persib: Barros pemain penentu kemenangan Persib Bandung melawan Persijap kemarin malam, 20 September 2026

 

Jepara, DARAS.ID — Persib Bandung menutup rangkaian pertandingan pada September 2026 dengan kemenangan penting. Bertandang ke Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Minggu (20/9/2026) malam, Maung Bandung berhasil melakukan comeback dan menaklukkan tuan rumah Persijap Jepara dengan skor 2-1.

Kemenangan ini terasa istimewa karena Persib sempat berada dalam posisi tertinggal. Persijap lebih dahulu membuka keunggulan melalui eksekusi penalti pada menit ke-13 setelah pemain Persib, Ikhwan Tanamal, dinilai melakukan handball di kotak penalti.

Namun, tertinggal satu gol tidak membuat Persib kehilangan kendali permainan. Maung Bandung segera merespons dan terus menekan pertahanan tuan rumah.

Hanya sekitar delapan menit setelah tertinggal, Persib berhasil menyamakan kedudukan. Thom Haye menjadi aktor penting melalui sundulannya yang memanfaatkan umpan silang Ikhwan Tanamal. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Barros Balikkan Keadaan

Memasuki babak kedua, Persib tampil lebih agresif. Tekanan yang dibangun akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-54/55.

Uilliam Barros memanfaatkan kesalahan pemain belakang Persijap. Bola berhasil direbut dan kemudian diselesaikan Barros menjadi gol. Persib pun berbalik unggul 2-1.

Tuan rumah tidak tinggal diam. Persijap terus berupaya mengejar ketertinggalan dan beberapa kali mengancam gawang Teja Paku Alam.

Persijap bahkan sempat mencetak gol melalui Yaya Sagadogo pada babak kedua. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena bola lebih dahulu mengenai tangan Yaya. Persib juga sempat mencetak gol ketiga melalui Luka Menalo pada menit ke-86, tetapi dianulir karena offside.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk Persib tetap bertahan. Tiga poin pun dibawa pulang Maung Bandung dari Jepara.

Bukan Sekadar Tiga Poin

Kemenangan di Jepara bukan sekadar tambahan angka di klasemen. Lebih dari itu, kemenangan tersebut menunjukkan respons Persib ketika berada dalam situasi sulit.

Baca Juga:  Jakarta: Ibu Kota yang Digantung di Tiang Keppres

Tertinggal lebih dahulu di kandang lawan, Persib tidak memilih menyerah. Thom Haye dan kawan-kawan justru mampu membalikkan keadaan dan mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Hasil ini membuat Persib mengoleksi enam poin dari tiga pertandingan dan sementara berada di posisi kelima klasemen Super League 2026/2027.

Perjalanan September pun ditutup dengan catatan positif. Tiga poin berharga menutup rangkaian perjalanan di bulan September.

Dari posisi tertinggal di Jepara, Persib tidak memilih menyerah. Maung Bandung berhasil membalikkan keadaan dan kembali ke jalur kemenangan.

Kemenangan untuk Umuh Muchtar

Ada satu pesan emosional yang menyertai kemenangan Persib di Jepara.

Kemenangan tersebut didedikasikan untuk Manajer Persib, H. Umuh Muchtar, yang saat ini tengah menjalani pemulihan kesehatan.

“Kemenangan ini didedikasikan untuk kesembuhan Manajer Tim, H. Umuh Muchtar. Semoga beliau segera diberikan kesehatan dan kesembuhan.”

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari kemenangan Persib. Sebab, sepak bola tidak hanya berbicara mengenai skor di papan pertandingan, tetapi juga tentang kebersamaan, loyalitas, dan rasa memiliki terhadap tim.

Bobotoh, Energi dari Tribun

Di balik perjuangan para pemain di lapangan, dukungan Bobotoh juga menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Persib.

Tribun Stadion Gelora Bumi Kartini malam itu turut diwarnai kehadiran dan dukungan Bobotoh yang datang memberikan energi bagi Maung Bandung.

Untuk mereka, Persib menyampaikan apresiasi:

“Hatur nuhun Bobotoh yang telah menghadirkan dukungan dari tribun Gelora Bumi Kartini malam ini!”

Dukungan tersebut menjadi gambaran bahwa Persib tidak pernah benar-benar bermain sendirian.

Ada ribuan mata yang menyaksikan. Ada suara yang terus menyemangati. Ada kecintaan yang tetap menyala, bahkan ketika tim kesayangan harus berjuang dari posisi tertinggal.

Baca Juga:  Ramadhan Mengajarkan bahwa Manusia Selalu Membutuhkan Allah

Menang, Bangkit, dan Melangkah Lagi

Persib akhirnya meninggalkan Jepara dengan tiga poin.

Bukan kemenangan yang lahir dengan mudah. Ada ketertinggalan, tekanan, peluang yang dianulir, dan perjuangan mempertahankan keunggulan hingga menit-menit akhir.

Tetapi justru dari situ pesan penting kemenangan ini muncul: Ketika tertinggal, pertandingan belum selesai.

Persib menunjukkan bahwa sebuah tim tidak hanya dinilai dari bagaimana ia memulai pertandingan, tetapi juga dari bagaimana ia merespons ketika keadaan tidak berjalan sesuai harapan.

Di Jepara, Maung Bandung memilih untuk bangkit. Thom Haye menyamakan kedudukan. Uilliam Barros membalikkan keadaan.

Persib membawa pulang tiga poin. September pun ditutup dengan kemenangan.

Kini, Maung Bandung kembali menatap pertandingan berikutnya dengan modal kepercayaan diri dan enam poin dari tiga laga.

Dari Jepara, Persib pulang membawa tiga poin—dan satu pesan sederhana: jangan pernah menyerah sebelum peluit akhir berbunyi.

 

(Noer/Noer)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *