
Kabupaten Bandung, Daras.id – Pimpinan Cabang Persatuan Islam (Persis) Banjaran menyelenggarakan kegiatan Tafhim pada Sabtu (27/9/2025) bertepatan dengan 5 Rabiul Akhir 1447 H. Bertempat di Banjaran, acara berlangsung sejak pagi hingga sore dan diikuti jajaran Tasykil PC Persis serta para ketua Pimpinan Jamaah (Pijam) se-Cabang Banjaran.
Secara organisatoris, Tafhim menjadi pintu gerbang kaderisasi awal di tubuh Persis. Melalui forum ini, para kader dibekali pemahaman dasar seputar tauhid, sejarah perjuangan Persis, jihad organisasi, hingga pembentukan karakter ‘Ibadurrahman’.
Acara dibuka dengan doa, dilanjutkan sambutan Ketua PC Persis Banjaran, Ustadz H. D. Pandi. Ia menekankan pentingnya menanamkan militansi dan ruhul jihad di dalam jamiyyah.
“Militansi tanpa ukhuwah bisa rapuh, sebaliknya ukhuwah tanpa militansi bisa lemah. Keduanya harus berjalan beriringan agar perjuangan Persis tetap tegak,” ujarnya.
Sementara itu, mewakili PD Persis Kabupaten Bandung, Ustadz Ahmad Haedar secara resmi membuka kegiatan. Ia mengingatkan pentingnya kesabaran dan keteguhan dalam mengikuti rangkaian acara. Ia pun mengutip QS Ali Imran ayat 200 sebagai bekal spiritual bagi peserta.
Sesi materi diisi oleh H. Ery Ridwan Latief, M.Ag., dengan tema “Berjihad Secara Organisasi”. Menurutnya, militansi merupakan semangat juang yang disiplin, konsisten, dan loyal terhadap perjuangan Islam.
“Seorang kader Persis harus memiliki semangat juang, keteguhan sikap, dan loyalitas terhadap organisasi sebagai sarana berjihad menegakkan Qur’an dan Sunnah,” tegasnya.
Selain itu, para instruktur juga membahas materi tauhid, sejarah Persis, serta pembentukan karakter kader ‘Ibadurrahman’. Seluruhnya disusun sesuai pedoman resmi Tafhim yang diterbitkan Badiklat Kader PP Persis.
Dengan mengusung tema “Berjihad Secara Organisasi”, kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi ideologi sekaligus mempererat ukhuwah antar pimpinan jamaah. PC Persis Banjaran berharap melalui Tafhim, militansi kader semakin kokoh dalam menghadapi tantangan zaman.
(Acil)






