Website Berita dan Opini
Indeks

Tertunda Bukan Terguling: Tifo Malut, Tangisan Ciro, dan Briliannya Bojan Hodak

Tertunda bukan terguling
Foto Bobotoh: CIRO berontak karena dapat kartu Merah.

 

Oleh Nurdin Qusyaeri

Malam di Stadion Kie Raha, aroma sejarah tercium kuat. Persib Bandung datang sebagai calon juara terkuat Liga 1 tahun 2025. Namun yang mereka temukan bukan karpet merah, tapi tifo nyeleneh di belakang gawang:

You are champions, but not here” — “Kalian memang juara, tapi tidak di sini.”

Dibaca pakai logat Ternate, kalimat itu makin berasa: pedas tapi penuh adab.

Malut United sukses mengunci kemenangan tipis 1-0. Satu gol itu tak cuma bikin Ciro Alves merengek ke wasit, tapi juga bikin ratusan ribu bobotoh harus menahan diri: belum bisa teriak “juara!” sambil gendong kompor gas.

Persib Sudah Juara, Tapi Belum Resmi Diumumkan Alam Semesta

Jujur saja: secara klasemen, Maung Bandung sudah aman. Nilainya tak terkejar, rival-rival cuma bisa mengintip lewat teropong. Tapi karena hukum bola tak mengenal kasihan, Persib harus rela: pesta juara ditunda, setidaknya sepekan-lah.

Ini seperti kamu sudah sah jadi sarjana, tinggal nunggu wisuda. Tapi mendadak dekan kampus libur ke Eropa. Ya udah, sabar dulu.

Ciro Alves Dari Bomber ke Bintang Sinetron

Drama malam itu milik Ciro Alves. Sang striker asal Brasil mendapat kartu merah, dan tanggapannya? Tangisan dan protes yang bisa masuk FTV spesial Lebaran. Netizen langsung kerja cepat: ekspresi Ciro kini jadi sticker WhatsApp terlaris di Bandung Raya.

Tapi kita maklum. Ciro pemain penting, emosinya wajar. Cuma ya… momen tangisnya lebih viral daripada statistik dribelnya.

Bojan Hodak Pelatih Kelainan Positif

Di balik semua drama, ada satu tokoh yang layak dipuja: Bojan Hodak. Pelatih asing satu ini bukan cuma menakhodai Persib, tapi juga memecahkan “telor sejarah”. Sejak zaman dinosaurus pun, Persib baru sekali juara di bawah pelatih asing—dan Bojan lah pelakunya.

Baca Juga:  Persib Bungkam Selangor FC 2–0, Maung Bandung Kuasai Puncak Grup G

Jika musim ini ia berhasil membawa Persib mempertahankan gelar, maka Bojan bukan sekadar pelatih. Ia “kelainan” yang menyenangkan, anomali yang dicintai, dan tentu saja—brilliance.

Kalau Umuh Muchtar itu ruhnya tim, maka Bojan adalah takdir yang datang dengan clipboard dan strategi zona pressing.

Pamungkas. Piala Masih di Depan Mata, Tenang Bae…

Tifo Malut boleh sinis, tapi bobotoh tetap elegan. Tangis Ciro boleh viral, tapi gelar juara masih nyata. Malam itu cuma jeda, bukan kiamat. Hanya delay, bukan derai.

Jadi bobotoh, jangan cuci kaus dulu. Tunggu momen resmi. Karena yang tertunda lebih manis dari yang terburu-buru.

Salam dari DARAS.ID: Tertawa boleh, tapi tetap objektif. Sepak bola itu seni, bukan cuma skor.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *