Website Berita dan Opini
Indeks

Memulai Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Pemahaman Kontekstual

Proses Serah Terima Mahasiswa KKN merupakan awal pelaksanaan kegiatan KKN sekaligus rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)
Foto: Humas IAI PERSIS Bandung

Oleh Badru Rifa’i*

Proses Serah Terima Mahasiswa KKN merupakan awal pelaksanaan kegiatan KKN sekaligus rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) merupakan tahap penting bagi Dosen Pembimbing Lapangan dan Tim Dosen pengabdi untuk membangun pemahaman yang utuh mengenai realitas sosial di lokasi pengabdian.

Pada fase inilah pengabdian semestinya diletakkan pijakannya, bukan berangkat dari program yang telah disiapkan sebelumnya, melainkan dari kesediaan untuk terlebih dahulu memahami kehidupan masyarakat sebagaimana adanya.

Masyarakat di lokasi pengabdian bukan ruang kosong yang menunggu diisi oleh intervensi akademik. Mereka hidup dalam dunia yang telah lama dibentuk oleh nilai, tradisi, struktur sosial, kebiasaan, dan pengalaman kolektif mereka sendiri.

Karena itu, peran awal dosen pengabdi bukan terutama sebagai pelaksana program, melainkan sebagai penafsir realitas sosial melalui observasi yang cermat, jujur, dan empatik.

Baca Juga:  IAI PERSIS Bandung Serahkan 415 Mahasiswa KKN Tahun Akademik 2025–2026 di Kecamatan Nagreg

Melalui observasi lapangan yang dilakukan oleh DPL dan tim dosen pengabdi, baik lewat kunjungan, dialog dengan tokoh masyarakat, pengamatan aktivitas keseharian warga, maupun pembacaan konteks kelembagaan dan kultural.

Pengabdian bergerak dari sekadar “mengidentifikasi masalah” menjadi usaha membaca kehidupan sosial secara lebih mendalam. Setiap praktik sosial, setiap kebiasaan, dan setiap persoalan yang tampak dipahami bukan hanya sebagai gejala teknis, tetapi sebagai ekspresi makna yang memiliki latar sejarah dan logika sosialnya sendiri.

Observasi ini secara alami membuka ruang dialog antara tim dosen pengabdi dan masyarakat. Dari dialog itu lahir proses penafsiran bersama. Dari penafsiran inilah kemudian dirumuskan arah, fokus, dan bentuk program pengabdian yang relevan dan kontekstual.

Dengan cara ini, program PkM tidak hadir sebagai paket solusi dari luar, tetapi sebagai hasil perjumpaan antara pengetahuan akademik dan pengalaman hidup masyarakat.

Pada tahap ini pula, pengetahuan tidak lagi diposisikan sebagai sesuatu yang “diturunkan” dari perguruan tinggi ke masyarakat, melainkan dihasilkan bersama melalui proses memahami di lapangan.

Dosen tidak hanya berperan sebagai pengarah, tetapi juga sebagai pembelajar yang merefleksikan kembali asumsi, pendekatan, dan desain pengabdiannya.

Observasi awal yang dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan dan tim dosen pengabdi bukan sekadar tahap administratif pembuka kegiatan, melainkan fondasi etis, epistemologis, dan metodologis dari seluruh proses pengabdian.

Di sinilah pengabdian benar-benar dimulai, bukan dengan segera bertindak, tetapi dengan terlebih dahulu memahami agar setiap tindakan berikutnya menjadi lebih tepat sasaran, lebih manusiawi, dan lebih bermakna.

*Refleksi awal PkM terintegrasi KKN 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *