Website Berita dan Opini
Indeks

Asesmen Lapangan Magister PAI Jadi Momentum Menuju Universitas Islam PERSIS

Asesmen Lapangan Magister PAI Jadi Momentum Menuju Universitas Islam PERSIS
Rektor IAI PERSIS Bandung, Prof. Dr. Jajang A Rohmana, M.Ag tengah melakukan sambutan dalam Asesmen Lapangan program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Jum’at 31 Juli 2026

 

Bandung, DARAS.ID – Institut Agama Islam (IAI) PERSIS Bandung menerima kunjungan Tim Asesmen Lapangan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) dalam rangka akreditasi Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (S-2 PAI), Jumat (31/7).

Kehadiran dua asesor, Prof. Dr. H. Tobroni, M.Si. dari Universitas Muhammadiyah Malang dan Dr. H. Karwadi, M.Ag. dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya mutu sekaligus mengakselerasi cita-cita besar IAI PERSIS bertransformasi menjadi Universitas Islam PERSIS.

Mengawali kegiatan, Dekan Fakultas Tarbiyah IAI PERSIS Bandung, Agung Mulyadin, M.Ag., menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim asesor serta apresiasi atas kesediaan mereka hadir melaksanakan asesmen lapangan.

Ia berharap seluruh rangkaian asesmen berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi Program Studi Magister PAI. Atas nama sivitas akademika, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelayanan.

Rektor IAI PERSIS Bandung, Prof. Jajang, menegaskan bahwa asesmen lapangan merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi.

“Kami bercita-cita menjadikan IAI PERSIS berkembang menjadi Universitas Islam PERSIS. Karena itu, kehadiran para asesor sangat kami harapkan tidak hanya menghasilkan penilaian terbaik, tetapi juga menghadirkan berbagai masukan untuk memperkuat kualitas institusi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh tujuh program studi di lingkungan IAI PERSIS terus berupaya menjalankan tata kelola pendidikan tinggi sesuai regulasi yang berlaku. Budaya taat asas menjadi fondasi utama dalam membangun perguruan tinggi yang unggul.

“Kami berharap seluruh program studi menjadi kebanggaan Jam’iyah PERSIS. Bahkan ke depan kami ingin membuka Program Doktor (S-3) sebagai bagian dari pengembangan institusi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dikti PP PERSIS, Dr. Utang Rosyidin, M.H., menyampaikan bahwa perjalanan pendidikan tinggi PERSIS telah melalui proses panjang, mulai dari PPT tahun 1988, STIU, STAI hingga menjadi IAI. Kini, menurutnya, saatnya melangkah ke tahapan berikutnya, Universitas.

“Harapan kami sederhana tetapi besar, yaitu segera terwujudnya Universitas Islam PERSIS,” katanya.

Ia menuturkan bahwa PERSIS memiliki basis umat yang besar, khususnya di Jawa Barat, sehingga kehadiran universitas menjadi kebutuhan strategis bagi pengembangan dakwah dan pendidikan.

Baca Juga:  IAI PERSIS, Kampus Seribu Jalan Karier

Dr. Utang juga menjelaskan bahwa saat ini PERSIS memiliki lima perguruan tinggi, terdiri atas empat di bawah Kementerian Agama dan satu di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Selama ini Dikti PP PERSIS terus mendampingi proses asesmen lapangan di seluruh perguruan tinggi PERSIS dengan hasil yang membanggakan.

“Kami menyadari masih ada berbagai kekurangan. Karena itu kami sangat mengharapkan masukan dari para asesor sebagai bekal untuk terus melakukan perbaikan,” ujarnya.

Jajaran pimpinan IAI PERSIS saat acara Asesmen Lapangan program Studi Magister Pendidikan Agama Islam.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Tobroni, M.Si. memberikan motivasi yang membangkitkan optimisme seluruh sivitas akademika. Menurutnya, pendidikan tinggi Islam harus berani tumbuh menjadi institusi yang unggul melalui inovasi, tata kelola profesional, penguatan sarana prasarana, dan pengembangan kurikulum.

“Seharusnya hari ini kita DEKLARASI  Universitas Islam PERSIS. Syarat-syarat dasarnya sudah sangat memungkinkan. Tinggal mempercepat langkah dan melakukan ekspansi,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus dikelola secara profesional seperti sebuah industri yang memiliki standar mutu, disiplin, kepastian, inovasi, dan produktivitas. Namun, industri yang dimaksud adalah industri mulia yang membawa misi dakwah, kemanusiaan, dan peradaban.

“Perguruan tinggi bertugas melahirkan manusia yang berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat. Karena itu profesi dosen dan tenaga kependidikan adalah pekerjaan yang sangat mulia,” ujarnya.

Prof. Tobroni juga mengingatkan bahwa fungsi akreditasi bukan sekadar memperoleh nilai, melainkan memastikan berlangsungnya evaluasi, perencanaan, pengendalian, inovasi, dan ekspansi secara berkelanjutan demi peningkatan mutu.

Senada dengan itu, Asesor II Dr. H. Karwadi, M.Ag., menilai kekompakan sivitas akademika merupakan modal utama menuju keberhasilan.

“Kalau kita sudah kompak, lima puluh persen keberhasilan sudah diraih. Dua hari asesmen ini menjadi kesempatan untuk menyempurnakan lima puluh persen berikutnya,” katanya.

Baca Juga:  Langkah yang Pelan, Doa yang Dalam

Ia pun mengamini cita-cita besar IAI PERSIS menjadi Universitas Islam PERSIS. Menurutnya, berbagai persyaratan dasar, termasuk ketersediaan lahan bagi perguruan tinggi swasta, telah terpenuhi sehingga peluang untuk naik status sangat terbuka.

Pelaksanaan asesmen lapangan Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam ini menjadi lebih dari sekadar proses akreditasi. Kegiatan tersebut menjadi simbol kesiapan IAI PERSIS Bandung untuk melangkah menuju fase baru sebagai Universitas Islam PERSIS, sebuah perguruan tinggi Islam yang diharapkan menjadi pusat keunggulan pendidikan, dakwah, dan pengembangan peradaban, sekaligus kebanggaan Jam’iyah Persatuan Islam.

Penulis: Tim DARAS.ID

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *