
Bandung, DARAS.ID — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAI Persis Bandung menyelenggarakan Pelatihan Aplikasi e-SPMI sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis digital di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pascasarjana IAI Persis Bandung ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat budaya mutu sekaligus meningkatkan kesiapan fakultas dan program studi dalam mengelola dokumen, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, hingga tindak lanjut penjaminan mutu.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua LPM IAI Persis Bandung, A. Badru Rifa’i, M.Hum. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan e-SPMI tidak boleh dipahami semata-mata sebagai kegiatan belajar mengoperasikan sebuah aplikasi.
“Hari ini kita tidak sekadar belajar sebuah aplikasi. Kita sedang belajar mengubah cara kita bekerja.”
Menurutnya, digitalisasi SPMI harus berjalan seiring dengan perubahan cara pandang seluruh sivitas akademika terhadap mutu. Mutu bukan sekadar dokumen administratif, melainkan sebuah siklus kerja yang harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa setiap pekerjaan harus memiliki standar, setiap standar harus dilaksanakan, setiap pelaksanaan harus memiliki bukti, setiap bukti harus dievaluasi, setiap temuan harus dikendalikan, dan setiap hasil evaluasi harus melahirkan peningkatan. “Itulah ruh dari PPEPP,” tegasnya.
Mutu Bukan Hanya Tanggung Jawab LPM
Lebih jauh, Ketua LPM menekankan bahwa keberhasilan SPMI tidak mungkin hanya dibebankan kepada LPM. Mutu merupakan tanggung jawab seluruh unsur institusi.
“Mutu bukan milik LPM. Mutu adalah milik seluruh institusi,” ujarnya.
Menurutnya, mutu hadir dalam berbagai ruang kehidupan akademik: mulai dari proses pembelajaran di ruang kelas, pelayanan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pelayanan administrasi, kepemimpinan, hingga bagaimana institusi memberikan pelayanan kepada mahasiswa.
Bahkan, menurutnya, dimensi paling fundamental dari mutu justru terletak pada kebiasaan sehari-hari dalam menjalankan amanah.
Dengan demikian, budaya mutu tidak berhenti pada pemenuhan instrumen akreditasi, tetapi harus menjadi bagian dari karakter dan etos kerja institusi.
Memperkuat PPEPP dan Digitalisasi SPMI
Pelatihan menghadirkan Wisnu Uriawan, M.Kom., Ph.D. sebagai Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu LPM UIN SGD Bandung, mempertegas pentingnya implementasi PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) dalam penyelenggaraan penjaminan mutu di lingkungan IAI Persis Bandung.
Dalam konteks tersebut, aplikasi e-SPMI diarahkan bukan sekadar sebagai media penyimpanan dokumen, tetapi sebagai instrumen strategis untuk memperkuat audit, monitoring, evaluasi, dan pengendalian mutu secara lebih sistematis.
Melalui e-SPMI, proses audit dapat dilakukan berbasis data dan bukti yang terdokumentasi, sehingga temuan mutu dapat diidentifikasi secara lebih cepat dan ditindaklanjuti secara terukur. Setiap temuan tidak berhenti sebagai catatan administratif, tetapi menjadi dasar bagi proses pengendalian dan perbaikan berkelanjutan pada tingkat fakultas maupun program studi.
Dengan demikian, digitalisasi SPMI menjadi bagian penting dari strategi membangun tata kelola mutu yang transparan, terukur, terdokumentasi, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesiapan IAI Persis Bandung dalam menghadapi tuntutan akreditasi dan peningkatan mutu institusi.
Sementara itu, sesi teknis disampaikan oleh Rifki Fauzan Sholeh, M.Pd., selaku developer aplikasi e-SPMI dari RifaInstitute. Materi diarahkan pada operasionalisasi SPMI berbasis digital, khususnya dalam mendukung pelaksanaan penjaminan mutu di tingkat fakultas dan program studi.
Pemanfaatan aplikasi tersebut diharapkan dapat membantu institusi mengelola dokumen mutu secara lebih tertib, terdokumentasi, mudah dipantau, serta mendukung proses monitoring, evaluasi, dan pelaporan secara lebih efektif.

Dihadiri Pimpinan Fakultas dan Program Studi
Pelatihan diikuti oleh jajaran pimpinan fakultas dan program studi di lingkungan IAI Persis Bandung. Hadir Dekan Fakultas Ushuluddin Dr. Ujang Muhaimin, M.Ag. beserta pimpinan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir serta Ilmu Hadis.
Turut hadir Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Nunung Nurhasanah, M.I.Kom. beserta Kaprodi KPI; Dekan Fakultas Tarbiyah Agung Mulyadin, M.Pd. beserta Kaprodi S1 PAI, PIAUD, dan S2 PAI; serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Dr. Dudi Sudirman, M.E., M.Ak. beserta Kaprodi Ekonomi Syariah.
Kegiatan juga dihadiri Ketua UPT TI, Wakil Rektor IV Dr. Lalan Sahlani, M.Pd. dan Ketua LP2M Andri Hendrawan, M.Ag.
Dari Aplikasi Menuju Budaya Mutu
Pelatihan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Para peserta tidak hanya mengikuti materi teknis, tetapi juga berbagi pengalaman serta mendiskusikan berbagai persoalan yang dihadapi fakultas dan program studi, khususnya yang berkaitan dengan akreditasi program studi.
Forum tersebut menjadi penting karena digitalisasi SPMI pada hakikatnya bukan sekadar proses memindahkan dokumen manual ke dalam sistem digital. Lebih dari itu, e-SPMI diarahkan untuk membangun ekosistem mutu yang terintegrasi, di mana standar, pelaksanaan, bukti, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan dapat terdokumentasi secara sistematis.
Dengan demikian, pelatihan e-SPMI menjadi salah satu langkah strategis LPM IAI Persis Bandung dalam membangun tata kelola penjaminan mutu yang semakin adaptif, inovatif, terdokumentasi, dan terkoneksi.
Pada akhirnya, teknologi hanyalah instrumen. Esensi penjaminan mutu tetap berada pada manusia yang memiliki kesadaran untuk bekerja berdasarkan standar, membuktikan setiap pelaksanaan, mengevaluasi setiap proses, dan terus melakukan perbaikan.
Dengan semangat tersebut, e-SPMI diharapkan tidak hanya menjadi sebuah aplikasi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan IAI Persis Bandung dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.
Penulis: A Badru Rifai





