
Bandung DARAS.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam (IAI) PERSIS Bandung periode 2024-2025 hari ini pukul 13.00-selesai bertempat di kampus mengadakan Musyawarah Kerja bertema “Mewujudkan Cita, Kuatkan Sinergi, Satukan Rasa demi Menggapai Tujuan BEM IAI PERSIS JUARA”.
Acara ini dihadiri oleh jajaran rektorat, termasuk Rektor Dr. Nurmawan, M.Ag.; Wakil Rektor III Dr. Ahmad Humaedi, M.Si.; Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Lalan Sahlani; serta Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Nurdin Qusyaeri, M.Si.

Presiden BEM Naza Rifa dalam sambutannya menyampaikan visi kabinet baru yang dinamai “Kabinet Integratif,” menegaskan pentingnya keharmonisan dan komitmen dalam mencapai tujuan bersama.
“Kami ingin menghilangkan kesan bahwa BEM tidak kompak atau tidak bersatu. Karena itu, kami mengajak seluruh civitas untuk mendukung dan berkontribusi terhadap program-program BEM, salah satunya melalui musyawarah kerja ini. Semua kegiatan akan diarahkan dalam koridor integratif,” ujarnya.
Wakil Rektor III, Dr. Ahmad Humaedi, M.Si., dalam sambutannya secara resmi membuka acara Musyawarah Kerja BEM ini. Beliau memulai dengan menyampaikan permohonan maaf karena hanya mengenakan sandal, menjelaskan bahwa sepatunya terbawa oleh mobil yang sedang menjemput anaknya di kampus lain.
Walau demikian, kehadirannya menekankan dukungannya yang kuat terhadap acara ini dan komitmennya terhadap perkembangan BEM IAI PERSIS.

Dr. Ahmad mengajak seluruh anggota BEM dan organisasi mahasiswa untuk terus berinovasi, sejalan dengan visi perubahan yang diharapkan.
Beliau menyoroti pentingnya peran BEM sebagai pelopor perubahan di IAI PERSIS Bandung, khususnya dengan status kampus yang kini menjadi institut.
“Dengan perubahan ini, seluruh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) diharapkan segera bertransformasi menjadi BEM Fakultas dan Himpunan Program Studi (Himapro) untuk mendukung keberlanjutan organisasi mahasiswa secara profesional dan integratif,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Ahmad menjelaskan konsep BEM JUARA yang menjadi visi organisasi tahun ini. Akronim JUARA terdiri dari Jujur, Unggul, Amanah, Responsif, dan Aktif.
Beliau menekankan bahwa semua program BEM harus diawali dengan kejujuran niat, atau shidqun niyah, sebagai landasan keikhlasan dan tanggung jawab.
“Keikhlasan dan kejujuran adalah fondasi utama dalam menjalankan setiap amanah yang ada di BEM,” pesannya.
Sebagai bentuk kecintaannya terhadap organisasi mahasiswa, Dr. Ahmad mengungkapkan bahwa dirinya membatalkan agenda perjalanan dinas ke Medan, Sumatera Utara, demi menghadiri acara Musyawarah Kerja BEM ini.
“Kehadiran saya di sini adalah bukti bahwa saya menempatkan organisasi mahasiswa sebagai prioritas utama,” tegasnya.
Beliau juga berharap forum ini dapat menjadi wihdatul fikrah (kesatuan pemikiran) untuk wihdatul harokah (kesatuan gerak) dalam menuntaskan program kerja yang sudah direncanakan, atau dalam istilahnya, ikmamun takallim.
Rektor IAI PERSIS Bandung, Dr. Nurmawan, M.Ag., yang hadir secara mendadak di akhir acara, turut memberikan pesan-pesan inspiratif.
Beliau menyatakan bahwa BEM adalah perpanjangan tangan kampus, dan wajah IAI PERSIS tergambar dalam dinamika kemahasiswaan.
“Etalase kampus terlihat dari kegiatan mahasiswa. Maka, untuk menjaga citra baik, perlu adanya program-program yang baik, direncanakan dengan matang, serta didukung oleh gagasan dan pemikiran yang visioner,” ujarnya.
Rektor berharap BEM mampu menghasilkan karya-karya unggulan yang bisa menjadi masterpiece dan menjadi warisan bagi generasi mahasiswa berikutnya.
“Saya percaya BEM ini bisa menciptakan sesuatu yang berharga untuk kampus dan menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya,” kata Dr. Nurmawan.

Dengan musyawarah kerja ini, BEM IAI PERSIS Bandung diharapkan mampu merumuskan program-program unggulan yang inovatif, integratif, dan bermanfaat bagi kemajuan kampus.
Melalui sinergi dan cita bersama, BEM IAI PERSIS Bandung optimis dapat menjadi organisasi mahasiswa yang solid dan berdaya juang tinggi dalam mewujudkan kampus JUARA.
(dinur)






