
Oleh Aep Saepullah Mubarok
Alhamdulillah, kita patut mengapresiasi capaian S2 PAI IAI PERSIS Bandung yang meraih predikat “Baik Sekali.” Sebagai Ketua IKA STAIPI 2017–2022 sekaligus bagian dari lima angkatan mahasiswa PPT/STIU, saya menyampaikan ini bukan untuk mengurangi capaian tersebut, tetapi untuk mengingatkan bahwa setiap keberhasilan institusi selalu memiliki sejarah yang panjang.
Kami masuk PPT/STIU sekitar tahun 1990 dan menyelesaikan perkuliahan selama delapan semester atau empat tahun. Secara normal, setelah menyelesaikan studi pada 1994, kami berharap memperoleh kepastian akademik sebagaimana mahasiswa pada umumnya.
Namun kenyataannya, persoalan status kelembagaan dan pengakuan akademik membuat kami masih harus menunggu hingga akhirnya dapat melaksanakan wisuda pada 1999.
Lima tahun adalah waktu yang tidak sedikit.
Bagi mahasiswa, lima tahun bukan sekadar angka. Di dalamnya ada usia produktif, kesempatan melanjutkan pendidikan, peluang pekerjaan, karier, biaya, tenaga, bahkan arah kehidupan.
Karena pengalaman itulah, dahulu kami pernah menyebut diri sebagai “mahasiswa dan manusia percobaan.” Bukan sekadar ungkapan emosional, tetapi lahir dari pengalaman nyata yang kami alami sebagai generasi awal.

Kami memahami bahwa membangun perguruan tinggi PERSIS pada masa itu bukan pekerjaan mudah. Ada dinamika kelembagaan, perbedaan pandangan, dan proses pencarian bentuk yang tidak sederhana.
Tetapi justru karena pernah mengalaminya, kami ingin mengatakan kepada generasi sekarang:
Jangan sampai sejarah itu terulang.
Perguruan tinggi bukan hanya tentang mendirikan lembaga, membuka program studi, memperoleh akreditasi, atau meningkatkan status kelembagaan.
Yang paling penting adalah memastikan masa depan mahasiswa dan SDM yang telah mempercayakan pendidikannya kepada lembaga tersebut.
Jangan sampai mahasiswa menjadi korban dari ketidaksiapan kelembagaan.
Jangan sampai SDM yang sedang dibina kehilangan waktu dan kesempatan karena persoalan institusi.
Dan jangan sampai keberhasilan kelembagaan hari ini membuat kita lupa bahwa dahulu ada generasi yang harus membayar mahal proses panjang tersebut dengan waktu, tenaga, biaya, dan kesempatan hidupnya.
Karena itu, semakin tinggi cita-cita PERSIS membangun perguruan tinggi, bahkan menuju universitas, semakin besar pula tanggung jawab untuk memastikan kepastian akademik, tata kelola, dan masa depan mahasiswa menjadi prioritas.
Kami tidak sedang membuka luka lama.
Kami sedang menjaga agar luka sejarah tidak menjadi luka yang diwariskan.
Selamat atas predikat Baik Sekali.
Semoga IAI PERSIS terus maju dan menjadi perguruan tinggi yang bukan hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga kuat dalam menjaga manusia yang menjadi alasan mengapa lembaga pendidikan itu didirikan.
22 Agustus 2026





