
BANDUNG, DARAS.ID — Memasuki perguruan tinggi bukan sekadar menambah status sebagai mahasiswa. Lebih dari itu, masa kuliah merupakan fase penting untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat.
Pesan tersebut disampaikan Rektor Institut Agama Islam (IAI) PERSIS Bandung, Prof. Dr. Jajang A. Rohmana, M.Ag., saat memberikan sambutan kepada mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) IAI PERSIS Bandung 2026.
Di hadapan mahasiswa baru, Rektor memperkenalkan IAI PERSIS Bandung sebagai kampus perjuangan, kampus perintis, sekaligus kampus sejarah.
Menurutnya, identitas tersebut menjadi bagian penting yang harus dipahami oleh mahasiswa sejak awal memasuki lingkungan akademik IAI PERSIS Bandung.
Kampus, kata dia, tidak hanya membawa tradisi sejarah, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk terus bergerak menghadapi perkembangan zaman.
Hal itu tercermin dalam tagline IAI PERSIS Bandung: “Berilmu, Berakhlak, dan Berwirausaha.”
Mahasiswa Baru Diharapkan Membawa Energi Perubahan
Kehadiran mahasiswa baru diharapkan tidak hanya menjadi tambahan jumlah mahasiswa, tetapi juga menghadirkan energi baru bagi perkembangan kampus.
Rektor menyampaikan keyakinannya bahwa bergabungnya generasi baru akan semakin memperkuat kontribusi IAI PERSIS Bandung kepada masyarakat.
“Dengan bergabungnya kalian, IAI PERSIS Bandung akan makin berdampak kepada masyarakat,” pesannya.
Karena itu, mahasiswa baru diajak melihat masa kuliah sebagai kesempatan untuk membangun kapasitas diri sekaligus mempersiapkan kontribusi di tengah masyarakat.
Sarana Pembelajaran Terus Dikembangkan
Untuk mendukung proses pendidikan, IAI PERSIS Bandung terus melakukan pengembangan sarana dan prasarana pembelajaran.
Rektor menyampaikan bahwa layanan sarana dan prasarana kampus terus diperkuat. Ruang kelas, misalnya, telah dilengkapi pendingin ruangan serta perangkat televisi sebagai bagian dari fasilitas pembelajaran.
Namun, menurutnya, kemajuan sebuah perguruan tinggi tidak cukup hanya diukur dari bangunan dan fasilitas.
Kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dari pengembangan kampus.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa IAI PERSIS Bandung memiliki puluhan dosen yang telah menyelesaikan pendidikan doktoral. Sebagian di antaranya merupakan lulusan perguruan tinggi luar negeri dan memperoleh gelar Ph.D.
Ia juga menyampaikan bahwa sekitar 20 persen dosen telah tersertifikasi.
Pengembangan tersebut, lanjutnya, akan terus dilakukan, termasuk melalui upaya mendorong lahirnya lebih banyak guru besar di lingkungan IAI PERSIS Bandung.
Jangan Hanya Belajar di Ruang Kelas
Di bagian lain sambutannya, Rektor mengingatkan mahasiswa baru bahwa tantangan zaman yang akan mereka hadapi tidak sederhana.
Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai materi perkuliahan.
Mereka perlu mengembangkan berbagai kemampuan yang relevan dengan kebutuhan zaman, baik kemampuan akademik maupun kemampuan lain yang dapat mendukung kehidupan profesional dan sosial mereka.
“Siapkan dan kembangkan kompetensi diri agar siap menghadapi tantangan zaman,” pesannya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi harus dimanfaatkan secara maksimal.
Mahasiswa dapat mengembangkan diri melalui berbagai pengalaman akademik maupun nonakademik. Ruang kelas menjadi tempat memperoleh pengetahuan, sementara berbagai aktivitas kemahasiswaan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan pengalaman, keterampilan, kepemimpinan, dan kemampuan berinteraksi.
Berilmu, Berakhlak, dan Berwirausaha
Tagline “Berilmu, Berakhlak, dan Berwirausaha” menjadi identitas yang ingin ditanamkan kepada mahasiswa IAI PERSIS Bandung.
Ilmu menjadi fondasi dalam menghadapi persoalan. Akhlak menjadi pedoman dalam menggunakan ilmu. Sementara semangat berwirausaha mendorong mahasiswa untuk memiliki kemandirian, kreativitas, dan kemampuan menciptakan nilai.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memperoleh ijazah, tetapi juga untuk memiliki kompetensi yang dapat digunakan ketika kembali ke masyarakat.
Akhir sambutannya, Rektor mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menyia-nyiakan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi.
Baginya, pendidikan bukan sekadar aktivitas akademik yang berlangsung selama beberapa tahun. Pendidikan merupakan proses panjang yang dapat membuka jalan perubahan kehidupan seseorang.
“Pendidikan adalah investasi terbaik, investasi jangka panjang untuk mengubah takdir kita,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu bekal awal bagi mahasiswa baru IAI PERSIS Bandung: memasuki kampus bukan untuk sekadar menjadi mahasiswa, tetapi untuk mempersiapkan diri menjadi manusia yang mampu menjawab tantangan zaman dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Penulis: Tim Daras.ID





