
Oleh Nurdin Qusyaeri
Konsep “Future Studies” telah berkembang menjadi sebuah disiplin ilmu yang melampaui sekadar spekulasi tentang masa depan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Hj. Safira Machrusah MA dalam pidatonya atas nama PBNU, istilah ini merujuk pada studi terstruktur yang kini diadopsi secara global, termasuk oleh lembaga-lembaga akademik seperti UNU Yogyakarta.
Kolaborasi antara PBNU dan Arab Saudi adalah salah satu upaya dalam memperkenalkan Future Studies ke dunia pendidikan Indonesia, dengan tujuan menyiapkan generasi yang siap menghadapi dinamika masa depan melalui analisis berbasis data dan tren global (Machrusah, 2023).
Menurut Rosadi Jamani, sering kali masyarakat salah paham mengenai Future Studies, menganggapnya sebagai upaya meramal masa depan seperti yang dilakukan oleh dukun atau peramal. Namun, seperti yang dijelaskan oleh Jamani, Future Studies bukanlah ilmu ramalan, melainkan disiplin yang menggunakan data statistik, skenario, dan analisis prediktif untuk memahami tren masa depan (Jamani, 2023).
Misalnya, Future Studies memprediksi bahwa hampir separuh pekerjaan manusia akan digantikan oleh otomasi. Bagi lulusan baru yang khawatir sulit mencari pekerjaan, prediksi ini justru bisa menjadi panggilan untuk mempelajari keterampilan baru yang relevan dengan masa depan, seperti teknologi otomasi atau pengembangan robotik.
Salah satu teknologi yang banyak dibahas dalam Future Studies adalah CRISPR dan pengeditan gen. Teknologi ini membuka kemungkinan luar biasa di masa depan, termasuk dalam hal rekayasa genetika manusia.
Rosadi Jamani, dengan gaya humorisnya, mengungkapkan potensi ini dengan menyebut bahwa suatu hari nanti kita mungkin bisa memilih atribut fisik dan kecerdasan anak-anak kita, dari rambut hingga kemampuan matematika. Namun, Jamani juga memperingatkan akan risiko dari teknologi ini, mengingatkan kita untuk tidak secara keliru mengedit gen yang bisa berdampak negatif (Jamani, 2023). CRISPR, jika tidak digunakan dengan bijaksana, bisa menciptakan tantangan etika dan moral yang besar.
Dalam era yang semakin kompleks, Future Studies juga memperhatikan tren yang sedang berkembang, seperti pekerjaan hybrid. Di tengah perubahan teknologi, sistem kerja hybrid—di mana karyawan dapat bekerja dari rumah atau kantor—menjadi semakin dominan.
Fenomena ini mencerminkan adaptasi terhadap gaya hidup yang fleksibel, tetapi juga menekankan kebutuhan akan transparansi dan produktivitas, bahkan saat bekerja dari jarak jauh. Dalam skenario ini, teknologi berperan besar dalam mengawasi dan memastikan efisiensi kerja (Jamani, 2023).
Selain itu, pengembangan Kimia Hijau menjadi topik penting dalam Future Studies, seiring dengan meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan. Kimia hijau mengacu pada inovasi dalam industri kimia yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Ini adalah respons terhadap tantangan perubahan iklim dan kerusakan ekosistem. Dengan perkembangan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya mengonsumsi produk kimia yang ramah lingkungan, tetapi juga menjadi lebih sadar akan peran mereka dalam menjaga keberlanjutan bumi (Machrusah, 2023).
Teknologi iklim juga menjadi area fokus yang berkembang dalam Future Studies. Seiring dengan meningkatnya tantangan perubahan iklim, prediksi tentang munculnya teknologi yang dapat mengendalikan cuaca atau mengurangi dampak bencana alam menjadi semakin relevan.
Teknologi ini diharapkan dapat membantu daerah-daerah yang rentan terhadap bencana, seperti banjir dan kekeringan, untuk mengelola risiko iklim dengan lebih baik. Meskipun ide ini terdengar futuristik, kemajuan teknologi yang pesat membuat prediksi ini tidak sepenuhnya di luar jangkauan (Machrusah, 2023).
Secara keseluruhan, Future Studies adalah disiplin yang menantang kita untuk tidak hanya melihat ke masa depan dengan optimisme, tetapi juga dengan persiapan yang matang. Seperti yang disampaikan oleh Rosadi Jamani, masa depan tidaklah pasti, tetapi dengan belajar dan beradaptasi, kita bisa memanfaatkan ketidakpastian tersebut untuk menciptakan peluang baru.
UNU Yogyakarta, dengan dukungan dari PBNU dan Arab Saudi, siap untuk membawa pendekatan ini ke dalam kurikulum akademik, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan global di masa depan (Machrusah, 2023). (ANQ)
Referensi
- Jamani, R. (2023). Menyongsong Era Future Studies: Tantangan dan Peluang Masa Depan. UNU Yogyakarta Press.
- Machrusah, S. (2023). Pidato Kehormatan pada Acara Pengenalan Future Studies di UNU Yogyakarta.






