
Bandung, DARAS.ID – Unit Kegiatan Kelembagaan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Institut Agama Islam (IAI) PERSIS Bandung menggelar Pelantikan dan Musyawarah Kerja (Musyker) Pengurus PSM Periode 2026–2027 di Ruang Kelas IAI PERSIS Bandung, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–11.00 WIB ini dihadiri oleh pengurus dan anggota PSM, pembina, serta pimpinan kampus. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars IAI PERSIS Bandung yang berlangsung khidmat dan penuh semangat.
Ketua Pelaksana, Muhammad Insan Naufal, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kepengurusan baru mampu melanjutkan program-program organisasi, memperkuat solidaritas anggota. Serta meningkatkan prestasi PSM di tingkat kampus maupun luar kampus.
Prosesi pelantikan pengurus PSM Periode 2026–2027 kemudian dipimpin langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni IAI PERSIS Bandung, Nurdin Qusyaeri, M.Si. Dalam prosesi tersebut, Muhammad Insan Naufal secara resmi dilantik sebagai Ketua Umum PSM IAI PERSIS Bandung Periode 2026–2027 bersama jajaran pengurus lainnya.
Harapan untuk PSM IAI PERSIS Bandung
Dalam sambutannya, Nurdin Qusyaeri menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremonial pergantian kepengurusan. Melainkan estafet amanah dan keberlanjutan perjuangan organisasi. Menurutnya, tema kegiatan yang diusung, “Estafet Nada, Merajut Solidaritas: Memadukan Pengalaman dan Semangat Menuju Satu Frekuensi Harmoni,” memiliki makna mendalam bagi kehidupan berorganisasi.
“Keberhasilan sebuah organisasi tidak ditentukan oleh siapa yang paling menonjol, tetapi oleh kemampuan seluruh anggotanya untuk bekerja sama dalam satu harmoni. Paduan suara mengajarkan bahwa perbedaan suara bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang melahirkan keindahan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa di tengah budaya individualistik yang berkembang di era digital, mahasiswa perlu menghidupkan semangat kolaborasi dan kebersamaan.
“Suara yang berdiri sendiri hanyalah bunyi, tetapi suara yang saling menguatkan akan menjadi simfoni. Karena itu, jadikan organisasi ini bukan hanya tempat belajar bernyanyi, tetapi juga tempat belajar memimpin, menjaga amanah, membangun solidaritas, dan mengukir prestasi,” tegasnya.
Nurdin menambahkan bahwa prestasi memang penting. Namun akhlak dan manfaat bagi sesama tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan organisasi dan kemahasiswaan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja (Musyker) sebagai forum penyusunan program kerja kepengurusan PSM Periode 2026–2027. Melalui forum tersebut, diharapkan lahir berbagai program yang mampu memperkuat eksistensi PSM. Sebagai wadah pengembangan bakat, kreativitas, kepemimpinan, dan karakter mahasiswa IAI PERSIS Bandung.
Dengan kepengurusan yang baru, PSM IAI PERSIS Bandung diharapkan semakin mampu menjadi ruang pembinaan mahasiswa. Yang tidak hanya menghasilkan harmoni dalam lantunan lagu. Tetapi juga melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi, dan memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan kampus.
Ketua Umum PSM IAI PERSIS Bandung Periode 2026–2027: Muhammad Insan Naufal.





