Demo “Turun Anwar” Guncang Malaysia, Mahathir Ikut Bicara

Gerakan "Turun Anwar" menyatukan oposisi, mahasiswa, dan tokoh senior politik Malaysia dalam gelombang protes nasional.

Demo Turun Anwar
Pendemo menuntut Perdana Menteri Malaysia Mundur (Foto: Samsul Said/Bloomberg)

DARAS.ID — Ribuan warga Malaysia memenuhi jalan-jalan utama Kuala Lumpur dalam Demo Turun Anwar pada Sabtu (26/7/2025). Aksi protes besar ini mencerminkan akumulasi kekecewaan terhadap kepemimpinan Perdana Menteri Anwar Ibrahim yang dinilai gagal mewujudkan janji reformasi dan mengendalikan lonjakan biaya hidup.

Gelombang demonstrasi ini diorganisir oleh gabungan partai oposisi, aktivis mahasiswa, dan kelompok masyarakat sipil. Para peserta aksi membawa spanduk bertuliskan “Turun Anwar” sambil meneriakkan yel-yel mendesak pengunduran diri PM Anwar.

“Yang tidak bersalah didakwa, yang bersalah dibiarkan bebas,” tegas mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, yang hadir langsung dalam Demo Turun Anwar tersebut. — Reuters, 26 Juli 2025

Lonjakan Biaya Hidup Jadi Pemicu Utama

Demo Turun Anwar tak lepas dari meningkatnya tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Para demonstran mengkritik kebijakan penghapusan subsidi bahan bakar, pelebaran pajak penjualan (SST), dan bantuan sosial yang dinilai tidak memadai.

Pemerintah Malaysia memang telah merespons dengan menyalurkan bantuan tunai sebesar RM 100 bagi warga dewasa, yang mulai dibayarkan pada 31 Agustus 2025, dengan total anggaran mencapai RM 15 miliar tahun ini. Selain itu, pemerintah juga menurunkan harga BBM. Namun, kebijakan tersebut dinilai tidak menyentuh akar persoalan yang dihadapi rakyat.

“Saya mengakui adanya keluhan dan menerima bahwa biaya hidup masih menjadi tantangan yang harus diatasi, meskipun kita telah mengumumkan berbagai langkah sejauh ini,” ujar PM Anwar, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga:  Retorika Nasionalisme Ekonomi Prabowo di Balik Kesepakatan Tarif dengan Trump

Tuntutan Reformasi Hukum Menguat

Selain isu ekonomi, Demo Turun Anwar juga menyuarakan kekecewaan atas stagnasi reformasi hukum. Tuntutan utama para demonstran meliputi:

  • Pemisahan kekuasaan antara Jaksa Agung dan kabinet,
  • Independensi Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC),
  • Transparansi pendanaan politik melalui regulasi hukum.

Krisis Legitimasi Pemerintahan Anwar?

Anwar Ibrahim yang sempat dipandang sebagai simbol reformasi politik kini menghadapi krisis legitimasi. Mantan sekutunya, Mahathir Mohamad, menyebut Anwar telah mengkhianati harapan rakyat.

Pemerintah menjanjikan akan mengumumkan paket reformasi struktural sebelum akhir September 2025. Namun, ketidakpercayaan publik tampaknya kian meluas.

Demo Turun Anwar menjadi penanda bahwa rakyat Malaysia tak segan turun ke jalan ketika harapan mereka dikhianati.

(Daras.id. Newsroom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *