Internasional, daras.id – Konflik Iran-Israel kembali memanas dan menjadi perhatian utama komunitas internasional. Setelah serangan udara Israel ke Teheran pada 13 Juni 2025, Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke Tel Aviv dan Haifa. Dunia pun menahan napas.
Infografis berikut merangkum pandangan para analis global terkait dampak geopolitik, krisis energi, serta keterlibatan Amerika Serikat dalam eskalasi ini.
Pandangan Analis Global terhadap Konflik Iran-Israel
Para pengamat dari Financial Times, Atlantic Council, hingga The Australian menyatakan bahwa konflik ini berisiko memperburuk ketegangan kawasan dan berpotensi memicu keterlibatan langsung dari AS. Harga minyak dunia sudah melonjak hingga 13%, dan pasar global menunjukkan gejala ketidakpastian yang serius.
Daniel Shapiro menyebut Iran tampak melemah secara militer dan diplomatik, sementara Landon Derentz menyoroti potensi penggunaan minyak sebagai alat tekanan terhadap negara-negara Barat.
Risiko Perang Lebih Luas dan Keterlibatan AS
Tak hanya berdampak regional, beberapa analis bahkan memperingatkan bahwa konflik Iran-Israel bisa memicu babak baru perang proxy di Timur Tengah, termasuk dari Yaman, Lebanon, dan Suriah. Ancaman serangan siber dan penggunaan drone bersenjata juga makin diperhitungkan dalam konflik modern ini.
Amerika Serikat, sebagai sekutu utama Israel, kini berada di posisi sulit. Keterlibatannya bisa memperbesar ruang eskalasi dan memperkeruh upaya diplomatik yang selama ini coba dijaga melalui jalur nuklir Iran.







