
Daras.id — Ketegangan bersenjata antara India dan Pakistan awal Mei 2025 memicu konflik selama empat hari di wilayah Kashmir. Selain memicu kekhawatiran internasional, konflik ini juga menjadi panggung unjuk kekuatan bagi jet tempur buatan China.
Konflik bermula dari serangan bersenjata di kawasan wisata Pahalgam, Kashmir. Serangan ini menewaskan 26 orang, sebagian besar adalah wisatawan dari India. Pemerintah India menuduh kelompok militan yang berbasis di Pakistan sebagai pelakunya.
India pun melancarkan Operasi Sindoor, yakni serangan udara ke wilayah yang diduga menjadi markas kelompok militan. Sebagai balasan, Pakistan mengerahkan jet tempur dan drone untuk menyerang beberapa target di India.
Jet Tempur Buatan China Jadi Sorotan
Dalam laporan berjudul “Kashmir: How China Benefited From India-Pakistan Hostilities” (20/5/25), BBC News menulis bahwa Pakistan menggunakan J-10 dan JF-17 buatan China. Jet-jet ini tampil aktif dalam serangan udara.
“Ini adalah kemunculan pertama J-10 dalam zona perang besar. Bagi industri pertahanan China, ini merupakan peluang langka untuk memamerkan kemampuannya,” tulis BBC.
Pakistan juga mengklaim telah menembak jatuh enam jet tempur India, termasuk Rafale buatan Prancis. Meski belum ada konfirmasi dari India, seorang pejabat Angkatan Udara India menyebut bahwa semua pilot berhasil kembali dengan selamat dan target serangan tercapai.
Keuntungan Ekonomi dan Strategis bagi China
Menurut BBC, keberhasilan jet tempur China dalam konflik ini memberi dampak besar. Saham produsen jet J-10, yaitu Avic Chengdu Aircraft, naik hingga 40 persen setelah konflik berlangsung. Ini menjadi keuntungan ekonomi langsung bagi industri senjata China.

China juga punya kepentingan strategis di Pakistan. Beijing telah menanamkan investasi lebih dari $50 miliar dalam proyek Koridor Ekonomi China-Pakistan. Karena itu, stabilitas Pakistan menjadi perhatian utama China.
“Bagi China, pertempuran ini menegaskan kekuatan aliansi militer dengan Pakistan dan memberinya panggung untuk menunjukkan kekuatan di Asia Selatan,” tulis BBC.
Konflik India-Pakistan kali ini tak hanya berdampak pada kawasan Kashmir. Jet tempur buatan China mendapat sorotan dunia, baik secara militer maupun ekonomi.
(San)






