Puisi  

Pergilah, Katamu

Dok.pribadi Laut Sayang Heulang Pameungpeuk Garut Selatan Tahun 2024

 

Oleh Bramantyo S.

Mengingatmu,
Tak kutemukan apa-apa,
Selain perintah terakhir yang kauberikan,
Sebuah kalimat yang menggema,
Meluruhkan segalanya:
Pergilah,
Katamu,
Seolah kata itu begitu ringan,
Seperti daun yang jatuh tanpa beban,
Seolah perjalanan kita
Hanyalah persiapan menuju perpisahan.

Begitu mudah kau ucapkan,
Seakan kita bersama
Hanya untuk akhirnya menyerah,
Tak ada pertarungan,
Tak ada pergulatan hati,
Hanya kesunyian yang kini merajai,
Memisahkan kita dalam dinginnya jarak.

Apakah sedari awal kau tahu,
Bahwa kita tak akan bertahan?
Bahwa setiap tawa,
Setiap tatap,
Adalah langkah menuju kehampaan?
Atau mungkin cinta ini memang bukan untuk dimiliki,
Hanya untuk dilalui,
Seperti angin yang menyapa lembut,
Lalu berlalu tanpa jejak.

Namun, mengingatmu,
Aku tak bisa sepenuhnya pergi,
Meski kau menyuruhku berlalu,
Seolah hati ini masih terikat pada serpihan kenangan,
Pada sisa-sisa percakapan yang menggantung,
Pada harapan yang tak sempat kita rangkai,
Apakah kita pernah benar-benar bersama,
Atau hanya bayangan yang saling berpaut,
Menunggu untuk dilepaskan?

Kini aku berjalan,
Membawa perintahmu sebagai beban,
Sebagai pengingat,
Bahwa cinta tak selalu berakhir dalam genggaman,
Kadang ia memudar dalam kepergian,
Namun di sanalah ia menemukan makna,
Dalam perpisahan yang menyakitkan.

Dan meski katamu: pergilah,
Hatiku tetap berbisik,
Mungkin kita tidak pernah benar-benar ingin menyerah,
Hanya tersesat dalam ketakutan,
Bahwa cinta yang kita punya
Tak pernah cukup untuk bertahan.

Legokhangseur, 21 September 2024

Baca Juga:  Bahaya Cinta Palsu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *