Berita  

GPII dan KPU Jabar Gelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih: Mempersiapkan Pemilih Muda untuk Pilkada Gubernur Jawa Barat 2024

Sosialisasi Pendidikan Pemilih GPII Jabar dan KPU Jabar: Mempersiapkan Pemilih Muda untuk Pilkada Gubernur Jabar 2024
Irwan Shaleh dan Sandi Ibrahim sedang memparlan materinya dalam sosialisasi Pendidikan Pemilih GPII Jabar dan KPU Jabar untuk Pilkada Gubernur 2024.

 

Bandung, DARAS.ID – Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Jawa Barat berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat mengadakan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula.

Bertempat di Aula Ajip Rasidi, Gedung Yayasan Rancage, kegiatan ini bertujuan membekali pemilih pemula di Jawa Barat dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran mereka dalam pemilu dan cara menyikapi informasi yang beredar selama masa kampanye.

Roni Rahman sedang memberikan sambutannya dalam Sosialisasi Pendidikan Pemilih Gubernur Jabar tahun 2024

Ketua Umum GPII Jawa Barat, Roni S. Rohman, menyampaikan pentingnya pemilih muda yang berintegritas untuk mendukung keberlangsungan demokrasi yang sehat.

“Pemilih pemula merupakan aset penting dalam pemilu. Dengan memahami proses demokrasi, mereka dapat menjadi pemilih yang kritis dan berpengaruh dalam menentukan masa depan daerahnya,” ujar Roni.

 

Acara ini menghadirkan Irwan Sholeh Amir, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GPII, sebagai salah satu narasumber.

Dalam paparannya, Irwan menekankan pentingnya memahami hak dan tanggung jawab sebagai pemilih, terutama di kalangan generasi muda.

Ia juga mengajak peserta untuk waspada terhadap berbagai bentuk disinformasi yang bisa mengaburkan pemahaman mereka tentang kandidat.

Sandi Ibrahim, seorang praktisi media ternama, turut hadir sebagai narasumber yang membahas topik Manipulasi Konten Media di Tengah Pilkada 2024.

Sandi menyoroti fenomena disinformasi dan manipulasi media yang marak terjadi di era digital, terutama pada saat pemilu.

“Pemilih pemula perlu waspada terhadap konten manipulatif yang sering kali dirancang untuk menggiring opini publik. Kemampuan memilah informasi yang benar menjadi kunci untuk menjadi pemilih yang bijak,” kata Sandi.

Ia juga membagikan tips kepada peserta untuk mengenali ciri-ciri konten yang bias atau manipulatif agar dapat menyikapi informasi dengan kritis.

KPU Jawa Barat memberikan materi tentang proses pemilu dan hak-hak pemilih, serta cara memanfaatkan suara secara tepat.

Baca Juga:  Kereta Cepat Whoosh dan Beban Utang Negara – Antara Ambisi dan Warisan Pembangunan

Perwakilan KPU juga mengimbau peserta untuk memastikan keabsahan informasi yang mereka terima dan menjauhi konten yang cenderung provokatif.

Dengan adanya sosialisasi ini, pemilih pemula diharapkan tidak hanya memahami proses pemilihan Gubernur Jawa Barat tetapi juga memiliki wawasan yang kuat dalam menilai kredibilitas kandidat dan menjaga integritas suara mereka. (ANQ)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *