
Bandung, DARAS.ID — Yayasan Corps Muballigh Bandung (CMB) secara resmi menetapkan Struktur dan Personalia Organ Yayasan CMB Periode 2025–2030. Penetapan ini menjadi fondasi penguatan tata kelola organisasi dakwah agar lebih profesional, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman.
Pada jajaran Pembina, CMB dipimpin oleh Prof. Dr. KH. Sanusi Uwes, S.Pd. sebagai Ketua/Anggota, bersama sejumlah tokoh senior di antaranya Ahmad Mamat Chusowie, S.Ip., Drs. Ujang Sahrudin, Drs. Engkos Hidayat, Maman Suparman, SH., Damanhuri, dan Drs. Bahrul Falah.
Kehadiran para pembina ini menegaskan kesinambungan nilai, tradisi, dan visi dakwah CMB.
Sementara itu, Majelis Penasehat diisi oleh para ulama dan akademisi berpengalaman, yakni Prof. Dr. KH. Miftah Faridl, MA., Drs. KH. Saud Effendi, dan KH. Dudi Muttaqin, M.Pd.I.
Adapun Dewan Pakar diperkuat oleh nama-nama seperti Prof. Dr. KH. Syukriyadi Sambas, M.Si., Prof. Dr. KH. Dindin Solahudin, M.A., hingga Dr. Latief Awaludin, M.A., yang diharapkan memberi arah strategis pengembangan dakwah berbasis keilmuan.
Pada struktur Pengurus Harian, Prof. Dr. H. Asep Saeful Muhtadi, M.A. dipercaya sebagai Ketua Umum, didampingi H. Irfan Farid Taufik, Lc., MA., Ph.D. sebagai Ketua I dan Nurdin Qusyaeri, M.Si. sebagai Ketua II. Posisi Sekretaris Umum diemban Hendi Rustandi, M.Sos., dengan dukungan Wafi Wifqotillah Wuddiljar (Sekretaris I) dan Sambastian Nur, S.Pd. (Sekretaris II).
Sementara itu, fungsi keuangan dipegang Kurniawan Jusup, SE., MM. sebagai Bendahara Umum dan Naspuroni sebagai Bendahara.
Untuk fungsi pengawasan, CMB menunjuk Wahyu Wiriadinata sebagai Ketua/Anggota Pengawas, bersama Dra. Hj. AK. Hopipah Saleh dan Dadan Dania.
Guna mengoptimalkan program, CMB membentuk sejumlah divisi strategis, di antaranya Divisi Profesionalisme Muballigh, Divisi Optimalisasi Tugas Dakwah, dan Divisi Kemandirian Finansial, yang masing-masing dilengkapi bidang-bidang teknis seperti pembinaan muballigh, media dan digitalisasi dakwah, hingga fundraising dan kemitraan strategis.
Struktur ini mencerminkan keseriusan CMB dalam menjawab kebutuhan dakwah kontemporer—baik di ranah keilmuan, distribusi muballigh, maupun penguatan ekonomi organisasi.
Penetapan struktur ini dilakukan di Bandung pada 31 Agustus 2025 M / 7 Rabiul Awwal 1447 H, dan menjadi pijakan awal CMB periode 2025–2030 untuk melangkah lebih progresif, kolaboratif, dan berdampak luas bagi umat.
(Noer/Noer)






