
Oleh Nurdin Qusyaeri
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 ke-11 yang berlangsung di Ibu Kota Administratif Baru (NAC), Mesir, menjadi momen penting bagi negara-negara anggota untuk memperkuat kerja sama ekonomi dalam menghadapi tantangan global.
Presiden Prabowo Subianto, dalam pernyataannya, menekankan bahwa Indonesia siap berperan aktif dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sesuai dengan kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut.
Salah satu poin utama yang disepakati adalah penerapan Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA), yang diharapkan mampu meningkatkan akses pasar dan mempererat hubungan dagang antaranggota D-8.
Presiden Prabowo menekankan bahwa PTA ini adalah langkah strategis untuk membuka peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), terutama dalam sektor e-commerce dan teknologi.
Hal ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk memberdayakan UKM sebagai tulang punggung ekonomi, seraya mengatasi kesenjangan digital yang masih menjadi tantangan di banyak negara berkembang.
Tidak hanya itu, Indonesia juga menunjukkan kepemimpinan dalam isu perubahan iklim dengan berkomitmen pada kolaborasi untuk mengurangi dampak negatifnya.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas di berbagai sektor, termasuk energi terbarukan dan teknologi ramah lingkungan, adalah bagian integral dari visi Indonesia.
Komitmen ini selaras dengan tujuan global untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) dan memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Momen bersejarah lainnya dalam KTT ini adalah pengalihan presidensi Forum D-8 kepada Indonesia untuk periode 2026.
Hal ini menunjukkan kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai pemimpin yang mampu memfasilitasi kerja sama multilateral.
Sebagai negara dengan potensi ekonomi besar dan populasi muda yang dinamis, Indonesia memiliki peluang besar untuk mendorong agenda-agenda strategis di masa depan.

Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya menjaga harmoni antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
“Pembangunan ekonomi yang kita dorong harus inklusif, memberikan manfaat untuk semua, serta menjaga kelestarian planet kita,” ungkapnya.
Pernyataan ini menggambarkan posisi Indonesia sebagai negara yang proaktif dalam mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi dengan nilai-nilai keberlanjutan.
KTT D-8 ke-11 bukan sekadar forum diplomasi, tetapi juga bukti nyata bagaimana negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dapat bersinergi untuk menghadapi tantangan global dengan solusi bersama.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia siap memainkan peran sentral dalam memimpin D-8 menuju masa depan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan penuh peluang.Wallahu’alam
Artikel ini merupakan opini penulis berdasarkan pernyataan resmi Presiden Prabowo Subianto melalui akun X-nya.






