
Daras.id – Setiap mahasiswa baru pasti punya cerita pertama yang nggak terlupakan. Nah, di IAI Persis Bandung, cerita itu dimulai lewat PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) 2025. Acara yang digelar pada 5–6 September 2025 ini sukses jadi momen penuh makna sekaligus seru bagi ratusan mahasiswa baru yang resmi bergabung ke dalam keluarga besar kampus hijau ini.
Kalau sekolah dulu ada MOS, di kampus ada PBAK. Bedanya, PBAK bukan cuma soal perkenalan, tapi juga tentang membentuk karakter, menumbuhkan rasa bangga, dan mengenal nilai-nilai yang akan jadi pondasi dalam perjalanan panjang perkuliahan.
Hari Pertama: Atmosfer Serius tapi Tetap Seru
Sejak pagi, mahasiswa baru sudah berdatangan ke Qarnul Manazil untuk check in. Wajah-wajah penuh antusias bercampur dengan rasa gugup jelas terlihat. Tapi begitu acara dimulai, semua berubah jadi energi kebersamaan.
Acara dibuka dengan kirab senat, penampilan penuh wibawa yang menandakan betapa sakralnya momen ini. Lalu, seluruh peserta berdiri khidmat menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Persatuan Islam—momen yang bikin bulu kuduk merinding, karena ada rasa haru sekaligus bangga jadi bagian dari IAI Persis Bandung.
Setelah sambutan rektor dan pemutaran profil kampus, suasana mulai lebih santai tapi tetap berbobot. Materi-materi penting dipaparkan:
- Visi & Misi Kampus: biar mahasiswa baru tau ke mana arah perjalanan mereka.
- Sistem Akademik & Administrasi: supaya nggak bingung lagi soal KRS, nilai, dan urusan keuangan.
- Quantum Hijrah: sesi motivasi yang ngajak mahasiswa melompat menuju masa depan yang lebih bermakna.
Siang harinya, peserta mulai dibagi ke dalam kelompok dan… inilah momen seru: pembuatan yel-yel!
Teriakan penuh semangat, kreativitas, dan sedikit kekonyolan bikin suasana mencair total. Di sinilah Maba mulai menemukan teman-teman seperjuangan mereka. Malam pertama pun ditutup dengan tawa, tepuk tangan, dan rasa lelah yang manis.
Hari Kedua: Lebih Hidup, Lebih Meriah!
Kalau hari pertama penuh pengenalan dan motivasi, hari kedua adalah waktunya mahasiswa baru mengekspresikan diri.
Acara dibuka dengan Parade De Ville—semacam pawai di mana organisasi-organisasi kampus tampil memperkenalkan diri. Suasananya meriah banget! Mulai dari BEM, Duta Kampus, Mahapala, Paduan Suara, UKM olahraga, sampai komunitas kreatif lainnya, semua tampil dengan identitas masing-masing. Dari sini mahasiswa bisa langsung ngebayangin, “Aku nanti cocoknya aktif di mana, ya?”
Setelah itu, mahasiswa diarahkan ke fakultas dan program studi masing-masing. Di sini mereka dikenalkan lebih dekat dengan dosen, struktur prodi, dan peluang akademik yang bisa mereka kembangkan.
Sesi siang makin pecah dengan penampilan yel-yel tiap kelompok. Bayangin aja, tiap kelompok adu suara, adu kreativitas, bahkan adu stamina demi nunjukkin kekompakan mereka. Suasana riuh tapi positif banget—nggak ada yang kalah, semua menang karena semangat kebersamaan.
Dan puncak acara? Pentas Seni Mahasiswa Baru!
Dari nyanyi, puisi, drama, stand up, sampai tarian kreatif, semua bakat tumpah ruah di sini. Ini bukan sekadar hiburan, tapi bukti kalau mahasiswa IAI Persis Bandung punya energi dan kreativitas yang luar biasa.
Menjelang sore, PBAK resmi ditutup oleh Senat dengan suasana haru. Ada lega karena acara selesai, tapi juga ada rasa hangat karena selama dua hari, mereka sudah menemukan rumah baru yang akan menemani perjalanan empat tahun (atau lebih) ke depan.
PBAK: Lebih dari Sekadar Orientasi
Kalau dipikir-pikir, PBAK itu jauh lebih dalam daripada sekadar “orientasi mahasiswa”. Dari awal sampai akhir, ada nilai yang terselip di setiap kegiatannya:
- Spiritual: lewat pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalat berjamaah, dan penguatan nilai Islam.
- Nasionalisme: lewat nyanyian lagu kebangsaan dan Mars Persis.
- Akademik: lewat materi sistem kuliah, administrasi, dan motivasi belajar.
- Kreativitas & Solidaritas: lewat yel-yel, parade, dan pentas seni.
Semua ini membentuk mahasiswa baru jadi pribadi yang nggak cuma pintar secara akademik, tapi juga kuat secara mental, kreatif, berakhlak, dan siap menghadapi dunia.
Kenangan Pertama, Langkah Panjang Selanjutnya
Bagi mahasiswa baru, PBAK 2025 akan selalu jadi cerita manis. Cerita tentang pertama kali mengenakan almamater, pertama kali teriak yel-yel bareng, pertama kali kenal sahabat seperjuangan, sampai pertama kali merasa benar-benar jadi bagian dari keluarga besar kampus.
Dan yang lebih penting, PBAK adalah titik awal. Dari sini, pintu terbuka lebar untuk menimba ilmu, mengasah bakat, bergabung dengan organisasi, hingga mencetak prestasi.
Selamat datang di IAI Persis Bandung!
PBAK 2025 hanyalah awal. Setelah ini, masih ada ribuan cerita yang akan kalian tulis di bangku kuliah. Semoga semangat, tawa, dan kebersamaan selama dua hari PBAK terus jadi energi untuk melangkah lebih jauh.
Ingat, kalian bukan hanya mahasiswa—kalian adalah calon pemimpin, calon cendekiawan, dan calon pejuang yang akan membawa nama baik kampus, umat, dan bangsa. Mari mulai perjalanan ini dengan semangat, karya, dan doa terbaik.
Penulis: Zsalzsabila Putri
Editor: San





