
Bandung, DARAS.ID — Institut Agama Islam (IAI) PERSIS Bandung kembali mengukuhkan semangat kepemimpinan mahasiswa melalui acara Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) masa jihad 2025–2026 yang berlangsung khidmat di Aula Kampus IAI PERSIS Bandung.
Pelantikan dilakukan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Nurdin Qusyaeri, yang menegaskan pentingnya regenerasi organisasi mahasiswa sebagai bagian dari proses kaderisasi kepemimpinan di lingkungan kampus Islam.
Dalam amanatnya, Rektor IAI PERSIS Bandung, Prof. Dr. Jajang A. Rohmana, M.Ag., menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus BEM terpilih sekaligus pesan mendalam tentang makna sebuah amanah.
“Menanggung amanah bukan hal yang enteng. Amanah akan dimintai pertanggungjawabannya, bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat,” ujarnya.
Rektor menegaskan bahwa amanah kepemimpinan diberikan berdasarkan kepercayaan dan kelayakan moral. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an, “Innallāha ya’murukum an tu’addul amānāti ilā ahlihā” (Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya).
Menurut Prof. Jajang, pengurus BEM terpilih merupakan mahasiswa yang dianggap tepat dan layak menerima kepercayaan tersebut. Ia juga mengingatkan pentingnya niat yang lurus dalam mengemban tanggung jawab organisasi.
“Mari sama-sama meluruskan niat, jadikan amanah ini sebagai bukti bahwa kita adalah orang yang tepat untuk diamanahi. BEM adalah tempat belajar tentang komitmen dan tanggung jawab nyata,” tegasnya.
Lebih lanjut, rektor mengingatkan agar aktivitas organisasi tidak mengganggu kewajiban utama mahasiswa sebagai pembelajar.
“Menjadi pengurus BEM bukan berarti mengabaikan studi. Harus seimbang, agar kalian bisa lulus tepat waktu,” pesannya.
Prof. Jajang juga menyampaikan optimismenya terhadap kinerja BEM periode ini. Ia berharap BEM IAI PERSIS Bandung dapat terus berinovasi, menciptakan kegiatan yang bermakna, dan memperkuat sinergi antara mahasiswa, dosen, serta alumni.
“Dari BEM ke BEM berikutnya, saya ingin melihat gagasan yang semakin matang, kreativitas yang terus tumbuh, dan komunikasi yang baik dengan semua pihak,” katanya.
Sebagai penutup, rektor menitipkan pesan moral kepada seluruh pengurus agar selalu menjaga kehormatan diri dan lembaga.
“Jaga Akhlāqul Karīmah, karena itu yang utama. Jangan sampai kita mempermalukan almamater. Jagalah etika, moral, dan akhlak karena kita semua adalah mahasiswa muslim,” tuturnya dengan penuh penekanan.
Acara pelantikan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa IAI PERSIS Bandung untuk meneguhkan semangat kepemimpinan yang berintegritas, berakhlak, dan berorientasi pada kemajuan kampus serta kemaslahatan umat.
(dinur)





