Website Berita dan Opini
Indeks
Sosial  

BEM IAI PERSIS Bandung Gelar Green Session dan Penyaluran Beasiswa, Bangun Kesadaran Lingkungan dan Solidaritas Sosial Mahasiswa

BEM IAI PERSIS Bandung Gelar Green Session dan Penyaluran Beasiswa, Bangun Kesadaran Lingkungan dan Solidaritas Sosial Mahasiswa
Foto panitia: Warek III (tengah) ketua BEM IAI PERSIS dan jajarannya setelah kegiatan pembukaan acara.

 

Bandung, DARAS.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam (IAI) PERSIS Bandung menggelar kegiatan Penyaluran Donasi Beasiswa dan Green Session: Awareness, The First Step Toward a Sustainable Future pada Rabu (10/6/2026) di Aula Pascasarjana IAI PERSIS Bandung.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.30 WIB hingga selesai tersebut menjadi wadah penguatan kepedulian sosial sekaligus edukasi lingkungan bagi civitas akademika.

Kegiatan ini merupakan program kerja Kementerian Sosial dan Politik BEM IAI PERSIS Bandung yang dipimpin oleh Yusmayda Kafabik Nasir, sekaligus bertindak sebagai Ketua Pelaksana kegiatan.

Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri BEM IAI PERSIS Bandung yang bersama-sama membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak untuk menghadirkan kegiatan yang berdampak bagi mahasiswa dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Yusmayda Kafabik Nasir menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menjadi kelompok yang kritis terhadap berbagai persoalan sosial, tetapi juga harus mampu menghadirkan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi sesama dan lingkungan.

“Kami ingin membangun budaya kepedulian di kalangan mahasiswa. Beasiswa adalah bentuk solidaritas sosial, sementara Green Session adalah upaya menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Presiden Mahasiswa IAI PERSIS Bandung, Ahsan Rojaq Abdillah. Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang harus mampu menjawab tantangan zaman, baik dalam isu pendidikan, sosial, maupun lingkungan.

Menurutnya, krisis lingkungan yang terjadi saat ini bukan hanya persoalan ekologis, melainkan juga persoalan moral dan peradaban yang membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda.

“Mahasiswa harus menjadi pelopor perubahan. Kesadaran sosial dan kesadaran lingkungan harus berjalan beriringan sebagai karakter utama generasi masa depan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Cinta Anak yang Menggendong Ibunda di Atas Kayu Rapuh: Potret Ketangguhan di Tengah Bencana Banjir Sumatera

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni IAI PERSIS Bandung, Nurdin Qusyaeri memberikan apresiasi atas kreativitas dan kepedulian mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan yang menggabungkan dimensi sosial dan lingkungan dalam satu gerakan yang utuh.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kampus bukan hanya tempat mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki tanggung jawab sosial dan ekologis.

“Di era hari ini, kita sering melihat manusia begitu khawatir ketika baterai telepon genggamnya tinggal lima persen, tetapi tidak cukup peduli ketika bumi yang kita tinggali sedang mengalami krisis. Karena itu, kesadaran adalah langkah pertama menuju perubahan. Tidak ada gerakan tanpa kesadaran, dan tidak ada masa depan yang berkelanjutan tanpa kepedulian,” ujarnya.

Usai rangkaian pembukaan, panitia melaksanakan prosesi penyaluran donasi beasiswa kepada mahasiswa yang membutuhkan. Program tersebut menjadi simbol semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus dibangun di lingkungan kampus IAI PERSIS Bandung.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi Green Session yang menghadirkan Muhammad Fadilah, aktivis dari komunitas Go Ahead Indonesia, sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup dan transformasi sosial.

Melalui kegiatan ini, BEM IAI PERSIS Bandung berharap dapat menumbuhkan generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Sejalan dengan tema yang diusung, kegiatan tersebut menegaskan bahwa masa depan yang berkelanjutan tidak lahir dari wacana semata, melainkan dari kesadaran yang diwujudkan melalui tindakan nyata.

Sebab, sebagaimana pesan yang diangkat dalam kegiatan ini, “Awareness is the First Step Toward a Sustainable Future”—kesadaran adalah langkah pertama menuju masa depan yang lebih baik bagi manusia dan bumi yang menjadi rumah bersama.

Baca Juga:  Musyawarah Kerja BEM IAI PERSIS Bandung Masa Jihad 2024-2025

Sumber berita: Tim DARAS.ID

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *