
Bandung, DARAS.ID — Institut Agama Islam (IAI) PERSIS Bandung secara resmi membuka kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2026/2027 sebagai tahapan awal sebelum 340 mahasiswa diterjunkan ke tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Qornul Manazil ini menjadi momentum penting untuk mempersiapkan mahasiswa agar mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam kehidupan nyata masyarakat.
Pembekalan KKN merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Pelaksana KKN, Agus Hidayatullah, M.A., dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 340 mahasiswa akan melaksanakan KKN di Kecamatan Cikancung dan Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, dengan mengusung tema “Penguatan Dakwah, Pendidikan, dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Nilai-Nilai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin.”
Menurutnya, tema tersebut dipilih sebagai bentuk komitmen IAI PERSIS Bandung dalam menghadirkan mahasiswa yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan sosial yang membawa nilai-nilai Islam yang moderat, solutif, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Setelah pembekalan hari ini, para mahasiswa akan diberangkatkan menuju lokasi KKN pada 3 Agustus 2026 pukul 06.30 WIB. Selanjutnya akan dilakukan supervisi lapangan pada 20 Agustus 2026, penjemputan peserta pada 31 Agustus 2026, dan ditutup dengan Eksposur Hasil KKN pada 9 September 2026,” jelas Agus.
Ia menambahkan, setelah sesi pembekalan seluruh peserta juga mengikuti bimbingan kelompok bersama dosen pembimbing sebagai persiapan teknis dan akademik sebelum terjun ke masyarakat.
Sementara itu, Rektor IAI PERSIS Bandung, Prof. Dr. Jajang A. Rohmana, M.Ag., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata merupakan implementasi nyata dari salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menyelenggarakan pendidikan dan penelitian, tetapi harus memastikan ilmu yang dipelajari mampu memberi manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.
Beliau mengingatkan pesan Al-Qur’an dalam Surah At-Taubah ayat 122, bahwa hendaknya ada sebagian umat yang memperdalam ilmu agama, kemudian kembali kepada masyarakat untuk memberikan peringatan, bimbingan, dan pencerahan. Ayat tersebut menjadi landasan filosofis bahwa proses belajar tidak berhenti di ruang kuliah, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian nyata.
“KKN adalah ruang untuk mengamalkan ilmu. Apa yang selama ini dipelajari di kampus harus dibuktikan manfaatnya di tengah masyarakat. Di situlah kualitas seorang akademisi benar-benar diuji,” ujarnya.
Prof. Jajang juga mengingatkan bahwa penguasaan teori belum tentu sejalan dengan kemampuan praktik di lapangan.
“Kadang kita merasa sudah sangat memahami berbagai teori. Namun realitas masyarakat jauh lebih kompleks. Ibarat pengamat sepak bola yang sangat piawai mengomentari pertandingan, tetapi belum tentu mampu bermain ketika berada di lapangan. Karena itu KKN menjadi laboratorium kehidupan bagi mahasiswa,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh disiplin ilmu yang dimiliki mahasiswa IAI PERSIS Bandung dapat diimplementasikan untuk memperkuat dakwah, meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya berbagai program pemberdayaan yang berdampak nyata.
Pembekalan KKN juga menghadirkan berbagai materi strategis, mulai dari gambaran wilayah Kecamatan Cikancung dan Kecamatan Paseh, kebijakan akademik dan etika pelaksanaan KKN, motivasi pengabdian, hingga pelatihan penyusunan laporan KKN.
Seluruh rangkaian tersebut dirancang agar mahasiswa memiliki kesiapan akademik, sosial, dan spiritual sebelum memasuki lokasi pengabdian.
Melalui KKN 2026, IAI PERSIS Bandung berharap mahasiswa mampu menjadi duta kampus yang menghadirkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin melalui aksi nyata di tengah masyarakat, sekaligus membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Penulis: Tim DARAS.ID






