Website Berita dan Opini
Indeks

Firasat Itu Benar, Kita Berpisah di Kala Senja

 

Firasat-itu-benar
Foto: Google

Di kala senja,
ada firasat yang tak pernah berani kusebutkan dengan suara.
Ia hanya berdiam di dada,
bergetar pelan,
seperti cahaya jingga yang tahu dirinya akan segera hilang.

Tadi,
aku ingin sekali memelukmu.
Bukan karena rindu semata,
melainkan karena hatiku tahu—
pelukan itu mungkin yang terakhir.

Aku membukanya,
pelan… ragu… penuh harap.
Namun kau tetap diam.

Dan di detik itulah,
senja di dadaku benar-benar runtuh.
Aku tersenyum kecil.
hehe.
Tampaknya semuanya baik-baik saja.
Padahal jiwaku sedang belajar menerima
bahwa kebersamaan kita telah mencapai titik.

Firasatku benar.
Hari itu adalah kali terakhir kita menjadi “kita”.
Tak ada kata perpisahan yang diucapkan.
Tak ada drama,
tak ada suara tinggi,
hanya dua hati yang sama-sama lelah
menahan rasa yang tak bisa disatukan oleh keadaan.

Terima kasih,
atas waktu yang pernah terasa hangat.
Atas tawa yang sempat menjadi rumah.
Atas kebersamaan yang singkat,
namun meninggalkan jejak paling dalam.

Maafkan aku,
jika cintaku sering terasa menuntut.
Jika rinduku terlalu jujur.
Jika aku mencintaimu tanpa tahu
bahwa tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimiliki.

Kini kita harus menjadi asing.
Bukan karena cinta telah mati,
melainkan karena cinta kita memilih jalan paling sunyi: melepaskan.

Karena sekarang atau nanti,
rasa sakitnya tetap sama.
Yang berbeda hanyalah waktu kita belajar ikhlas.

Aku akan tetap menyayangimu,
dengan cara yang paling tenang.
Tanpa kabar.
Tanpa temu.
Tanpa tuntutan untuk kembali.

Barangkali inilah bentuk cinta paling dewasa:
tetap peduli,
namun tahu kapan harus berhenti memegang.

Biarlah kita menata diri
menuju versi terbaik masing-masing.
Bukan untuk saling menemukan kembali,
melainkan untuk saling merelakan dengan utuh.

Dan jika suatu hari
kita kembali bertemu di persimpangan hidup,
semoga kita bisa saling tersenyum
tanpa luka yang masih berdarah.

Karena ada cinta
yang tidak pernah salah—
ia hanya singgah sebentar,
lalu pamit
di kala senja.

( Kala senja, Juli – Januari)

Soreang, 6 Januari 2026

Baca Juga:  Kau Tuntun Aku Merayu Tuhanku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *