
DARAS.ID- Di tengah derasnya arus digital, budaya instan, dan kecenderungan generasi muda yang semakin jauh dari tradisi keilmuan Islam, hadir kabar yang menyejukkan sekaligus membanggakan.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam (IAI) PERSIS Bandung, Thaariq Yaqzhaan Al Fajr, kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat provinsi.
Pada 10 Juli 2026, Thaariq berhasil meraih Juara I (Terbaik I Putera) pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026, Cabang Hafalan Al-Qur’an Golongan 20 Juz dan Tilawah Putera.
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan dalam sebuah perlombaan, melainkan bukti bahwa tradisi mencintai, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an masih tumbuh subur di kalangan generasi muda Indonesia.
Lebih dari sekadar medali dan piagam, keberhasilan ini menunjukkan bahwa kesungguhan dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an akan melahirkan karakter yang disiplin, tangguh, rendah hati, dan berprestasi.
Al-Qur’an tidak hanya menjadi bacaan ritual, tetapi juga menjadi sumber pembentukan kepribadian dan fondasi kepemimpinan masa depan.
Prestasi Thaariq sesungguhnya bukanlah keberhasilan yang datang secara tiba-tiba. Ia merupakan buah dari proses panjang, latihan yang konsisten, bimbingan para guru, doa orang tua, serta lingkungan pendidikan yang terus mendorong lahirnya insan Qur’ani.
Sepanjang tahun 2025 hingga 2026, Thaariq berhasil mengoleksi sederet prestasi yang menunjukkan konsistensi luar biasa.
Ia meraih Juara I MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 pada Cabang Hafalan Al-Qur’an Golongan 20 Juz dan Tilawah Putera (10 Juli 2026). Sebelumnya, ia juga menjadi Juara I Musabaqah Hifzhil Qur’an Syekh Ali Jaber Season 4 Tingkat Nasional Kategori 20 Juz (14–15 April 2026), serta Juara I Musabaqah Hifzhil Qur’an Tingkat Nasional Kategori 30 Juz di Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur (8 Maret 2026).
Pada tahun 2025, prestasinya juga sangat mengesankan. Ia memperoleh Terbaik II MTQ Tingkat Kabupaten Karawang Cabang Tahfizh 30 Juz Putra (12–14 Desember 2025), Terbaik II MTQH Tingkat Kabupaten Bekasi Cabang Tahfizh 20 Juz Putra (16–21 November 2025), Terbaik I MTQ Tingkat Kota Bekasi Cabang Tahfizh 30 Juz Putra (23–26 September 2025), Terbaik I MTQ Tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur Cabang Tahfizh 20 Juz Putra (19–20 Agustus 2025), Terbaik I MTQ Tingkat Kota Tangerang Selatan Cabang Tahfizh 20 Juz Putra (3–6 Agustus 2025), Harapan I MTQH Tingkat Provinsi Jawa Barat Cabang Tahfizh 20 Juz Putra (14–22 Juni 2025), serta Juara III MHQ Tingkat Nasional Kategori 30 Juz di Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur (15 Maret 2025).
Rentetan prestasi tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan bukanlah peristiwa sesaat, melainkan hasil dari istiqamah. Konsistensi jauh lebih penting daripada popularitas sesaat. Dalam dunia tahfizh, kemenangan sejati bukan hanya berdiri di podium, tetapi menjaga hafalan tetap hidup dalam hati dan perilaku.
Bagi keluarga besar IAI PERSIS Bandung, prestasi ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah. Kampus tidak hanya berkewajiban mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga melahirkan insan yang unggul secara spiritual, berakhlak mulia, serta mampu memberi manfaat bagi umat dan bangsa.
Program Studi Pendidikan Agama Islam IAI PERSIS Bandung selama ini terus mengembangkan tradisi akademik yang berpadu dengan pembinaan karakter Islam. Prestasi mahasiswa seperti Thaariq menjadi bukti bahwa penguatan kompetensi profesional dapat berjalan beriringan dengan pembinaan keagamaan yang kokoh.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Indonesia membutuhkan lebih banyak generasi muda seperti Thaariq—mereka yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sosial, pendidikan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berikhtiar menjadi pribadi yang unggul dalam ilmu, kukuh dalam iman, dan luas manfaatnya bagi sesama. Sebab sejatinya, kemenangan terbesar bukan hanya menjadi juara dalam sebuah musabaqah, melainkan mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya yang menerangi perjalanan hidup hingga akhir hayat.
Penulis: Tim DARAS ID
Sumber Tulisan: Muhammad Ihsan





