Website Berita dan Opini
Indeks

PBAK 2026 IAI PERSIS Bandung: Membangun Generasi Unggul yang Berilmu, Berakhlak, dan Berjiwa Wirausaha

PBAK IAI PERSIS Bandung: Membangun mahasiswa yang unggul berilmu berakhlak dan berjiwa wirausaha
Foto panitia: Panitia berpose sebelum masuk ke ruang pembukaan, Qarnul Manazil.

 

Bandung, DARAS.ID — Institut Agama Islam (IAI) PERSIS Bandung resmi menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 pada 16–17 September 2026. Mengusung tema “Membangun Generasi Unggul: Berilmu, Berakhlak, dan Berjiwa Wirausaha”, kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik, karakter kampus, serta ekosistem kemahasiswaan IAI PERSIS Bandung.

Dalam sesi utama, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Nurdin Qusyaeri, M.Si., mengajak mahasiswa baru mengubah cara pandang tentang kuliah. Menurutnya, kampus bukan sekadar tempat mengejar ijazah, melainkan ruang bertumbuh menjadi pribadi yang mampu memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan masyarakat.

“Jangan hanya lulus. Bertumbuhlah. Empat tahun dari sekarang, kami ingin melihat kalian bukan hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa integritas, karya, dan kebermanfaatan.”

Kampus sebagai Laboratorium Kehidupan

PBAK tahun ini memperkenalkan filosofi bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di ruang kelas. Mahasiswa diajak memahami empat ruang utama pembentukan diri: kelas sebagai laboratorium ilmu, Ma’had sebagai laboratorium karakter, organisasi sebagai laboratorium kepemimpinan, dan masyarakat sebagai laboratorium pengabdian.

Konsep tersebut diperkuat dengan roadmap perjalanan mahasiswa selama delapan semester, mulai dari mengenal budaya kampus, bergabung dalam organisasi, menghasilkan karya, memimpin, membangun jejaring, hingga meninggalkan legacy ketika lulus.

Berilmu, Berakhlak, Berwirausaha

Sebagai identitas kampus, tiga nilai utama IAI PERSIS Bandung menjadi fondasi seluruh proses pendidikan. Berilmu dimaknai sebagai kemampuan berpikir dan menguasai keterampilan; Berakhlak sebagai integritas dan tanggung jawab; sedangkan Berwirausaha dipahami sebagai kemampuan menciptakan nilai dan solusi bagi masyarakat.

Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai ruang pengembangan diri melalui BEM, HMPS, UKM, LDM, program prestasi, hingga jejaring alumni yang berada di bawah koordinasi Wakil Rektor III.

Baca Juga:  BEM IAI PERSIS Bandung Resmi Dilantik, Ahsan Rojaq Abdillah Nahkodai Periode 2025–2026

Mahasiswa Bukan Penonton

Salah satu pesan yang paling mendapat respons antusias adalah ajakan agar mahasiswa menjadi pelaku perubahan, bukan sekadar penonton kehidupan kampus. PBAK menekankan pentingnya membangun portofolio, karya digital, pengalaman organisasi, riset, serta kemampuan literasi digital yang beretika di era kecerdasan buatan (AI).

Selain itu, mahasiswa baru memperoleh pembekalan mengenai hak dan kewajiban mahasiswa, budaya kampus yang aman, anti-perundungan, anti-kekerasan, serta mekanisme perlindungan dan pengaduan yang menjunjung keadilan.

Komitmen Angkatan 2026

Menutup rangkaian materi, seluruh mahasiswa baru diajak mengikrarkan lima komitmen pribadi: belajar sungguh-sungguh, menjaga adab dan integritas, aktif berkarya, menghasilkan prestasi, serta memberi manfaat bagi sesama. Komitmen ini diharapkan menjadi pijakan awal lahirnya generasi IAI PERSIS Bandung yang unggul secara intelektual sekaligus kokoh secara moral.

PBAK 2026 bukan sekadar agenda orientasi, melainkan titik awal perjalanan panjang mahasiswa menuju insan akademik yang berilmu, berakhlak, berwirausaha, dan berkhidmat bagi peradaban.

Wallahu’alam

Tim Daras.ID

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *