Puisi  

Boleh ya, Sayang…?

Boleh Ya Sayang
Gambar Ilustrasi

Oleh Parihah

Boleh ya, sayang…
Kuganti bisikan rinduku dengan untaian doa
yang diam-diam terbang mencarimu
di antara sepertiga malam yang lengang.

Sayangku, biarlah kututup semua jendela fatamorgana,
namun kubuka lebar-lebar pintu langit,
agar resahku tak lagi berisik,
hanya berbisik lirih di hadapan Pemilik Segala Rasa.

Sayangku, kumenjauh bukan karena cinta ini merapuh,
tapi demi mendekat kepada DIA
yang telah menautkan hati kita.

Sayangku, Kukekang samudra rindu yang mengalir syahdu,
namun tetap kusematkan namamu dalam rayuku yang sendu,
dalam sujud panjang yang membiru.

Dan bila aku pergi, percayalah…
Bukan karena dirimu tak berarti.
Aku hanya ingin kita tetap utuh terjaga
di hadapan Sang Pemilik Raga,
agar rasa ini suci di mata Kekasih Abadi.

Boleh ya, sayang…?

Margacinta, Selasa dengan sejuta rasa…

Baca Juga:  “Aku Pernah Tersengat, Tapi Tak Terbakar”

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *