Website Berita dan Opini
Indeks
IAIPI  

Dedi Mulyadi Soroti Budaya Produktivitas dan Integritas Bangsa

Dedi Mulyadi Soroti Produktivitas dan Integritas Bangsa
Kang Dedi Mulyadi menyampaikan orasi ilmiah pada wisuda ke- XXVII IAI PERSIS Bandung (Dokumen Penulis)

 

KABUPATEN BANDUNG, 10 Oktober 2026 — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti pentingnya membangun budaya produktif, memperkuat karakter, dan menanamkan integritas sebagai fondasi kemajuan bangsa. Hal tersebut disampaikannya dalam orasi ilmiah pada Wisuda ke-XXVII Institut Agama Islam (IAI) Persis Bandung di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (10/10/2026).

KDM mengingatkan bahwa media sosial yang dipenuhi luapan kekecewaan dan pertengkaran dapat menguras energi masyarakat, sementara negara lain terus berfokus meningkatkan produksi dan daya saing ekonomi. Ia juga menyoroti tantangan Indonesia yang masih berpotensi menjadi pemasok bahan baku, sementara pengolahan dan pemasaran produk bernilai tambah dikuasai pihak lain.

Menurutnya, pendidikan harus membangun kultur akademis dan teknokratis agar ilmu tidak berhenti pada ijazah, tetapi mampu melahirkan keterampilan, inovasi, dan solusi nyata bagi masyarakat.

Mengangkat pengalaman perdagangan masyarakat Tasikmalaya dan Garut, KDM menekankan bahwa ketekunan, kejujuran, dan kepercayaan merupakan modal sosial penting dalam membangun usaha. Namun, nilai-nilai tersebut perlu diimbangi dengan profesionalisme, ketegasan, dan pengelolaan usaha yang baik agar keberlangsungan ekonomi tetap terjaga.

Ia juga menegaskan bahwa nilai agama semestinya tercermin dalam perilaku nyata, seperti amanah, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap kesepakatan, bukan sekadar simbol atau aktivitas keagamaan.

Melalui orasi ilmiah tersebut, KDM mengajak dunia pendidikan dan masyarakat untuk membangun budaya yang lebih produktif, berkarakter, dan berorientasi pada penciptaan nilai tambah.

Kemajuan bangsa tidak cukup ditopang oleh kekayaan sumber daya, tetapi membutuhkan manusia yang mampu mengubah ilmu menjadi produktivitas, kepercayaan menjadi kekuatan ekonomi, dan nilai moral menjadi karakter pembangunan.

Baca Juga:  Mercusuar yang Bangkit dari Kegelapan: Sebuah Epik Kebangkitan IAI PERSIS Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *