
Oleh Andri Hendrawan
Kekuatan komunikasi dalam berqurban sangat penting. Ibadah ini merupakan bentuk komunikasi vertikal dengan Allah Swt. sekaligus komunikasi horizontal dengan sesama manusia.
Qurban dengan menyembelih hewan bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah sarana untuk menyampaikan pesan kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial.
Qurban sebagai Wujud Penghambaan kepada Allah
Komunikasi vertikal tercermin dalam ketaatan seorang hamba kepada Allah Swt. Saat berqurban, seseorang mengungkapkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. Ini terlihat jelas ketika kita menyelami kisah Nabi Ibrahim as. Beliau diperintah untuk ikhlas dan sabar saat diminta mengorbankan putranya.
Kisah tersebut menggambarkan tauhid tingkat tinggi, yakni totalitas kepasrahan kepada kehendak Ilahi.
Solidaritas Sosial dalam Berqurban
Kekuatan yang kedua yakni Komunikasi Horizontal (dengan Sesama Manusia), kekuatan yang kedua ini penuh dengan pengajaran menjadi makhluk sosial seutuhnya.
Dengan berqurban, aktifitas antar sesama terlihat nyata; bentuk solidaritas dan kebersamaan muncul erat terjalin bahkan mengurangi kesenjangan sosial.
Tentu hal nyata ini, bisa terlihat oleh seluruh lapisan masyarakat ketika pembagian daging qurban. Sehingga qurban menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran di masyarakat tentang pentingnya berbagi, saling membantu, dan meringankan beban orang lain.
Peran Media Digital dalam Memperluas Dampak Qurban
Dalam konteks modern, kekuatan yang ketiga, bahwa implementasi qurban juga bisa dilihat dari perspektif media dan teknologi komunikasi.
Banyak organisasi, yayasan amal, dan komunitas Muslim kini memanfaatkan media sosial serta berbagai platform daring untuk:
- Menggalang dana qurban,
- Mendistribusikan daging ke berbagai daerah, dan
- Mengedukasi masyarakat tentang makna qurban.
Pemanfaatan media digital ini memperluas jangkauan dan dampak dari aktivitas qurban. Pesan-pesan yang terkandung di dalamnya bisa sampai ke masyarakat yang lebih luas dan beragam.
Menariknya, manfaat qurban kini tak hanya dirasakan umat Islam. Banyak kalangan non-Muslim yang ikut menerima dan memahami makna sosial qurban. Ini menunjukkan bahwa qurban juga membuka ruang komunikasi lintas agama dan budaya secara harmonis.
Qurban sebagai Sarana Komunikasi yang Membentuk Masyarakat Berempati
Dengan demikian, kekuatan komunikasi dalam berqurban tidak hanya terbatas pada ritual penyembelihan hewan, tetapi juga mencakup pesan-pesan sosial, keagamaan, dan moral yang mendalam.
Ibadah qurban dapat menjadi sarana untuk membangun masyarakat yang lebih berempati, inklusif, dan harmonis.
*Dosen KPI IAI Persis Bandung
Editor: San






