Pancasila sebagai Jembatan Terwujudnya Islam Rahmatan Lil ‘Aalamin

Foto Islam Kafah: Gambar Pancasila dan Lambang Ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdhatul Ulama yang lahir 1926.

 

Oleh Ulul Azmi Al Quddus*

Islam merupakan ajaran yang di turunkan oleh Allah Swt. Melalui malaikat jibril sebagai pemberi wahyu kepada nabi Muhammad SAW. Islam merupakan ajaran yang haq lagi sempurna yang diberikan oleh allah untuk mengatur manusia berkehidupan sebagaimana fitrahnya yaitu khalifah dimuka bumi.

Al – Qur’an menjadi pedoman atau panduan utuh umat muslim yang dimaksud adalah antara aspek duniawi dan ukhrawi, individu dan sosial serta iman, ilmu dan amal dalam mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Ditambah lagi sebagai umat muslim ditugaskan supaya bisa mendirikan ukhuwah islamiyyah, ukhuwah islamiyyah yang dimaksud adalah persaudaraan yang bisa mencapai masyarakat adil makmur dan diridhoi oleh Allah Swt.

Dalam berkehidupan didunia, tentunya manusia selalu membutuhkan sebuah kepercayaan sebagai penyandaran diri kepada sang maha kuasa . Allah telah memanifestasikan segala peraturan manusia berkehidupan dalam dunia. Islam sebagai agama allah merupakan agama yang diridhoi oleh allah dan juga islam sebagai agama penyempurna bagi seluruh umat manusia.

Nabi Muhammad Saw. Diutus oleh Allah Swt untuk mewujudkan islam rahmatan lil alamin.

Islam rahmatan lil alamin merupakan sebuah konsep untuk manusia bisa berkehidupan didalam dunia.

Indonesia merupakan negara mayoritas beragama islam. Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DIRJEN DUKCAPIL) Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia merilis data kependudukan bersih (DKB) Indonesia Semester 1 tahun 2024.

Salah satunya data soal jumlah penganut agama islam di Indonesia. Islam menjadi mayoritas dengan 87.08% atau 2P 245.973.915 jiwa. Kristen 7.40% atau 20.911.697 jiwa, Katholik 3,07% atau 8.667.619 jiwa.

Kemudian Hindu 1,68% atau 4.744.543 jiwa, Budha 0,71% atay 2.004.352 jiwa, Konghucu 0,03% atau 76.636 jiwa dan penganut kepercayaan lainnya 0,03 persen atau 98.822 jiwa.

Adanya data tersebut menjadi bukti bahwasannya negara indonesia mempunyai mayoritas penduduk yang beragama islam. Bilamana kita gali kebelakang, berdirinya negara Indonesia tidak dengan secara tiba – tiba.

Namun negara Indonesia bisa berdiri karena adanya sebuah persatuan manusia yang menginginkan adanya sebuah kemerdekaan, lalu mereka membuat konsep ideologi, dasar negara dan juga worldview yang bisa menyatu padukan gerakan yang disebut Pancasila.

Pancasila sebagai ideologi bisa menjadi suatu pandangan kehidupan bagi masyarakat tentang berkehidupan supaya bisa mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh allah swt.

Pancasila sebagai dasar negara merupakan yurispurdensi dari hukum yang terbentuk haruslah merujuk pada Pancasila dan Pancasila sebagai worldview, Pancasila merupakan sebuah pandangan hidup yang berdasarkan atas nilai – nilai serta moral yang dapat dilakukan oleh setiap masyarakat.

 

Pengertian Islam Rahmatan Lil Alamin

Islam rahmatan lil alamin mempunyai tiga term kata yaitu islam, rahmatan dan lil alamin. Ketiga kata tersebut membuat konsep mengenai hal yang harus diwujudkan oleh manusia dalam ruang lingkup kehidupan.

Islam rahmatan lil alamin tersendiri merupakan manifestasi dari visi nabi ketika dia dipilih dan menjadi manusia terpilih oleh allah swt.

Islam secara etimologi berasal dari kata aslama, yuslimu, islaman yang berarti tunduk patuh dan selamat.

Baca Juga:  Mengungkap Rahasia Ketenangan Jiwa Tersembunyi di Balik Ketaatan kepada Allah

Secara Terminologi pula, Islam adalah tunduk dan patuh serta menyerah diri dengan sepenuh hati kepada Allah S.W.T dengan mengakui kebesaran dan keagungannya disamping melakukan suruhan dan meninggalkan larangannya.

Selain itu, Islam juga bermaksud suatu cara hidup yang lengkap meliputi setiap aspek kehidupan.

Definisi rahmatan merupakan manifestasi dari salah satu sifat – sifat allah yang berarti penyayang. Rahmatan atau rahmat yang berarti penyayang tersebut ditujukan pada seluruh makhluk hidup di dunia tanpa memandang suku, ras, agama dan budaya.

Hal ini menjadi dasar dari adanya konsep Islam Rahmatan Lil Alamin. Karena setalah adanya definisi dari Rahmatan yang ditujukan kepada seluruh manusia maka ditambahkan Lil Alamin. Dengan begitu bukan hanya untuk manusia namun juga untuk seluruh semesta alam.

Dalam konsep Islam Rahmatan Lil Alamin mempunyai 4 nilai yang perlu kita laksanakan sebagai umat manusia yang beragama Islam:

  1. Persaudaraan Universal (Universal Brotherhood)
  2. Kesetaraan (Equality)
  3. Keadilan Sosial (Social Justice)
  4. Keadilan Ekonomi (Economical Justice)

Pertama, Persaudaraan universal (Universal Brotherhood) dan Kesetaraan (Equality) merupakan superioritas rasial, kesukuan, kebangsaan atau keluarga dengan satu penegasan dan seruan akan pentingnya keshalehan baik keshalehan ritual maupun keshalehan sosial sebagai mana yang tercantum dalam Al Qur’an surat Al Hujurat ayat 13 dan Al – Qur’an surat Al Maidah ayat 8:

Artinya: Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersukusuku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.

Al-Maidah ayat 18:

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Islam Rahmatan lil Alamin Sebagai Dakwah Yang Pancasilais dan Solutif Bagi Negara Indonesia

Islam Rahmatan Lil alamin tidak mengesampingkan Hablum Minnallah, Hablum Minnannas dan Hablum Minnal Alam maksudnya adalah tatkala Pancasila dijadikan sebagai ideologi ekologi dan worldview tentunya Pancasila tidak akan mengesampingkan juga antara aspek manusiawi dan duniawi, begitupun dengan alam dan ukhrowi.

Karena wujud dari Pancasila dan Islam rahmatan lil alamin tersebut akan melahirkan sebuah tatanan masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah  SWT.

Hal ini berarti bahwa, kepercayaan, nilai, tradisi, budaya dan peradaban di Indonesia sangat bersentuhan dengan toleransi beragama, juga terhadap aspek sosial baik itu dalam keadilan sosial ataupun keadilan ekonomi. Karena Islam rahmatan lil alamin dan Pancasila mempunyai nilai yang sama.

Sehingga mewujudkan islam rahmatan lil alamin merupakan dakwah yang pancasilaist juga solutif untuk masyarakat di Indonesia ini.

Baca Juga:  Republik yang Kehilangan Cermin

Ayat tersebut menginformasikan kepada semua umat beragama, bahwa Islam tak melarang untuk membantu dan berhubungan baik dengan pemeluk agama lain dalam bentuk apapun selama tidak berkaitan dengan masalah Aqidah dan ibadah.

Hal ini membuktikan bahwasannya kita sesama makhluk hidup bisa rukun bersama sehingga tidak ada perbedaan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

Kedua, Islam menekannkan kepada keadilan di semua aspek kehidupan dan keadilan tersebut tidak akan tercipta tanpa membebaskan masyarakat lemah dan marjinal dari penderitaan, serta memberi kesempatan kepada kaum mustadh’afin untuk menjadi pemimpin.

Menurut Al – Qur’an mereka adalah pemimpin dan pewaris dunia hal ini tercantum pada Surat al-Qasash ayat 5:

Artinya : ”Kami berkehendak untuk memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, menjadikan mereka para pemimpin, dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).

Di tengah-tengah suatu bangsa ketika orang-orang kaya hidup mewah di atas penderitaan orang miskin, ketika budak-budak merintih dalam belenggu tuannya, ketika para penguasa membunuh rakyat yang tak berdaya hanya untuk kesenangan, ketika para pihak-pihak kepada pemilik kekayaan dan penguasa, ketika orang-orang kecil yang tidak berdosa dimasukkan ke penjara maka Nabi Muhammad SAW menyampaikan pesan rabbul mustadh’afin.

Keadilan sosial dan keadilan ekonomi membentuk kesejahteraan bagi manusia yang adil makmur yang diridhoi allah swt. Dengan adanya keadilan sosial dan keadialan ekonomi.

Tidak ada kelas sosial yang terjadi seperti kelas ekonomi bawah, kelas ekonomi menengah dan kelas ekonomi atas. Ketika kelas tersebut akan hilang sendirinya, karena adanya keadilan yang menciptakan kesetaraan.

Hal ini menjadi nilai – nilai dalam pandangan islam rahamatan lil alamin. Dengan katalain adanya konsep Islam rahmatan lil alamin ini mewujudkan sebuah konsep bermasyarakat adil makmur yang diridhoi oleh allah swt. Dan tidak adanya pertumpahan darah atas nama perekonomian karena semua masyarakat mampu untuk setara dan sejahtera.

Islam sebagai agama yang diturunkan kepada nabi muhammad dengan tujuan mewujudkan Rahamatan Lil Alamin mempunyai empat aspek fundamental yang menjadikan manusia bisa bersama dan rukun. Tanpa melihat Ras, Suku, Agama dan Budaya bisa bersaudara demi kemanusiaan. Tentunya tidak melupakan dalam aspek ketuhanan dan juga alam.

Pancasila bisa dijadikan sebagai Ideology yang mempunyai fungsi Dasar Negara sehingga sila tersebut dimanifestasikan dalam UUD 1945 dan pancasila juga bisa dijadikan sebagai Worldview Pancasila mempunyai nilai – nilai yang sesuai dengan pemikiran, kebudayaan dan tradisi yang memunculkan sebuah peradaban bagi Indonesia merdeka.

Dengan begitu, pancasila dengan kelima nilai fundamental, mempunyai nilai yang sama dengan Islam rahmatan lil alamin yang termanifestasikan dalam empat nilai. Hal ini membuktikan bahwasannya Pancasila merupakan sebuah wujud untuk menjadikan negara Indonesia sebagai rahamatan lil alamin. Sehingga pada akhirnya masyarakat Indonesia mempunyai sifat sifat kesilaman yang dijadikan sebagai dasar bagi negara indonesia.

*Penulis adalah mahasiswa KPI semester I Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *