
Bandung, DARAS.ID – Institut Agama Islam (IAI) PERSIS Bandung resmi menjalin kerja sama internasional dengan Akademi Pengkajian Islam Universiti Malaya melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI).
Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik serta pengembangan kajian Islam di kawasan Nusantara melalui kolaborasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan publikasi ilmiah.
Kegiatan yang berlangsung di kampus IAI PERSIS Bandung tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua institusi. Dari pihak Akademi Pengkajian Islam Universiti Malaya hadir Profesor Dr. Fauzi bin Hamat selaku Dean of the Academy of Islamic Studies, Universiti Malaya, didampingi Profesor Dr. Sa’adan bin Man sebagai Deputy Dean of Postgraduate Studies, serta dua profesor kehormatan, yaitu Profesor Dr. Mustafa bin Abdullah dan Profesor Dr. Abdul Karim bin Ali.
Sementara itu, IAI PERSIS Bandung diwakili oleh Rektor, Prof. Dr. Jajang A. Rohmana, M.Ag., bersama jajaran wakil rektor, para dekan, ketua program studi, dan sekretaris program studi. Kehadiran para pimpinan dari kedua institusi mencerminkan komitmen bersama untuk membangun kemitraan akademik yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan studi Islam di tingkat internasional.
Penandatanganan Letter of Intent dilakukan oleh Profesor Dr. Fauzi bin Hamat dan Prof. Dr. Jajang A. Rohmana, M.Ag. Momentum tersebut menjadi tonggak awal pengembangan berbagai program kolaboratif yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas akademik dosen, peneliti, dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi.
Melalui kesepakatan tersebut, kedua institusi merumuskan sejumlah bentuk kerja sama yang dapat direalisasikan secara bertahap. Program-program tersebut meliputi pelatihan penulisan artikel ilmiah untuk publikasi pada jurnal bereputasi Scopus, pertukaran dosen sebagai penguji sidang tesis, serta kolaborasi dalam penulisan buku berbasis hasil riset yang melibatkan akademisi dari kedua lembaga.
Selain itu, Akademi Pengkajian Islam Universiti Malaya juga membuka peluang yang lebih luas bagi sivitas akademika IAI PERSIS Bandung untuk mengikuti berbagai workshop berbasis riset.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi metodologis, memperluas jejaring penelitian internasional, serta mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang memiliki daya saing global.
Kerja sama ini tidak hanya menjadi bentuk penguatan hubungan kelembagaan antara Indonesia dan Malaysia, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama dalam mengembangkan tradisi keilmuan Islam yang moderat, berkualitas, dan responsif terhadap tantangan zaman.
Melalui sinergi akademik ini, kedua institusi berkomitmen untuk menghadirkan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan studi Islam di kawasan Nusantara maupun pada tingkat internasional.
Penulis: Banan Nailin Najihah






