
Oleh Zsalzsabila Putri Setiawan
Di usia 20-an, sebagian dari kita mungkin masih bingung cari topik skripsi, sebagian lagi udah kerja remote dari Bali, dan sebagian lainnya sibuk nanya ke diri sendiri:
“Ini hidup mau dibawa ke mana, ya?”
Selamat datang di quarter life crisis, fase hidup penuh pertanyaan eksistensial yang sering datang tiba-tiba—biasanya pas malam minggu, pas hujan, atau pas lihat teman udah jadi “anak LinkedIn”.
Kenapa Generasi Kita Rentan?
Jawabannya simpel: ekspektasi makin tinggi, realita makin berat.
Dulu, lulus kuliah dan dapet kerja udah cukup. Sekarang? Harus punya IPK tinggi, aktif organisasi, bisa 3 bahasa, punya side hustle, aktif di komunitas, dan sebaiknya punya konten TikTok juga.
Tekanan ini bukan cuma dari luar, tapi juga dari dalam diri. Kita ingin jadi “versi terbaik”, tapi sering gak tahu harus mulai dari mana. Akhirnya, muncul rasa cemas, bingung, overthinking, dan kadang… cuma bisa ngeluh sambil scroll Instagram.
Tanda-Tanda Quarter Life Crisis yang Sering Terjadi:
- Merasa stuck, gak berkembang, padahal udah sibuk banget
- Ngerasa “kalah start” dibanding teman seangkatan
- Bingung mau kerja di bidang apa setelah lulus
- Ngerasa gak ada yang bener-bener bikin semangat
- Bertanya-tanya terus: “Apa aku udah di jalan yang benar?”
Kalau kamu ngalamin 2 atau lebih dari list di atas… fix, kamu lagi masuk fase quarter life crisis!
Terus Gimana? Kita Menyerah Aja?
Enggak dong. Justru ini waktunya kenal diri lebih dalam.
Quarter life crisis bukan musibah tapi proses. Banyak orang sukses justru memulai perjalanannya setelah bingung-bingung dulu.
Yang bisa kamu lakukan:
1. Kurangi bandingin diri
Sosial media itu highlight, bukan realita. Fokus ke jalanmu sendiri.
2. Mulai dari yang bisa dikontrol
Gak harus bikin perubahan besar. Mulai dari hal kecil: belajar skill baru, ngobrol sama mentor, atau cukup evaluasi ulang tujuan.
3. Ngobrol. Cerita. Curhat.
Serius, gak semua harus dipikul sendiri. Kadang satu obrolan ringan bisa bikin kita lebih lega dan tercerahkan.
4. Ingat: Semua Orang Bingung Juga Kok
Bedanya, ada yang jago nutupin di Instagram.
Penutup: Santai, Tapi Tetap Jalan
Quarter life crisis itu bukan pertanda kamu gagal. Justru itu tanda kamu sadar hidupmu penting.
Jangan buru-buru nyari semua jawaban sekarang. Gak apa-apa kalau masih coba-coba. Gak apa-apa kalau pelan.
Karena hidup itu bukan ujian yang harus lulus cepat-cepat.
Ini perjalanan—dan semua orang punya waktunya masing-masing.
Girisedayu, 26 Agustus 2025






