Oleh Siti Paridah
Tawa anak-anak terdengar riuh di sela-sela permainan dan kegiatan belajar yang mereka ikuti. Di tengah keceriaan itu, mereka belajar tentang adab, akhlak, hingga makna berpuasa. Suasana hangat tersebut menjadi bagian dari Ramadhan Ceria, sebuah kegiatan yang selama 15 tahun menghadirkan cara menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal dan menghidupkan nilai-nilai bulan Ramadhan.
Memasuki penyelenggaraan Ramadhan Ceria yang ke-XV, kegiatan ini kembali digelar sebagai ruang belajar bagi anak-anak untuk memahami makna ibadah, sekaligus membentuk karakter islami peserta sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung selama 11 hari (untuk tahun ini), yaitu dimulai dari tanggal 28 Februari hingga 10 Maret 2026, mengusung tema “Menjemput Berkah Ramadhan dengan Meningkatkan Kualitas Shaum Sejak Dini.”
Program tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat (stakeholder) mulai dari yayasan, pengurus DKM, pengurus RW, Civitas madrasah Alif, remaja masjid (PERDAM) masjid Darul Muqomah hingga majelis taklim dan warga sekitar.
Membimbing Anak Menghadapi Perubahan Zaman
Kepala Madrasah Alif, Eni Rohaeni, S.Pd., M.M.Pd., menjelaskan bahwa Ramadhan Ceria menjadi salah satu upaya menghadirkan ruang pembelajaran yang bermakna bagi anak-anak selama bulan Ramadhan.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memahamkan anak-anak tentang makna Ramadhan, tetapi juga melatih mereka mengendalikan diri, mengalihkan waktu pada aktivitas yang lebih bermanfaat, serta beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlak dan keislaman.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang ibadah, tetapi juga tentang adab, akhlak, dan bagaimana mengisi waktu dengan kegiatan yang positif,” ujarnya.
Kemudian, panitia bidang acara Ramadhan Ceria, Tita Setiawati, S.Pd., M.Pd., Gr., mengatakan bahwa kegiatan ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan aktivitas Ramadhan yang menyenangkan sekaligus mendidik bagi anak-anak.
“Awalnya kami ingin mewadahi anak-anak agar bulan Ramadhan diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, bukan hanya bermain gawai. Kami juga ingin membentuk akhlak dan adab anak-anak serta memahamkan esensi Ramadhan,” jelasnya.
lalu ia menambahkan, keterlibatan orang tua juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini agar nilai-nilai yang dipelajari anak selama kegiatan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
150 Anak Ikuti Berbagai Kegiatan Edukatif
Pada penyelenggaraan Ramadhan Ceria ke-XV ini, sekitar 150 anak mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang agar proses belajar terasa menyenangkan.
Materi yang diberikan meliputi pembelajaran tentang adab dan akhlak, pemahaman tentang Ramadhan, permainan edukatif, hingga sesi parenting bagi orang tua peserta Ramadhan Ceria yang dilaksanakan di hari pertama (opening).
Salah satu kegiatan yang paling berkesan bagi peserta adalah Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa). Dalam kegiatan ini, anak-anak mengikuti berbagai aktivitas mulai dari tadarus Al-Quran di malam Lailatul Qadar, menonton tayangan film edukasi, renungan malam sebagai proses refleksi diri, permainan post to post, sahur bersama, menyimak kuliah subuh, operasi semut, hingga bermain game bersama mentor.
Salah seorang peserta, Athalla Faezya Kurnia, mengaku sangat menikmati pengalaman tersebut.
“Sangat senang sekali dan seru. Saya juga bisa bertemu teman-teman baru dan belajar banyak hal. Kakak-kakak mentornya juga baik,” katanya.
Menurut Athalla, kegiatan mabit menjadi pengalaman yang paling ia sukai.
“Seru sekali karena ada permainan, sahur bareng, nonton, dan belajar lewat cerita dan nyanyian. Jadi tidak bosan,” ungkapnya.
Dan ia juga merasakan perubahan dalam perilakunya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya jadi belajar tentang adab berteman dan berbicara, adab belajar, dan adab shaum. Dulu saya kadang suka bicara kasar, tapi sekarang saya berusaha tidak berbicara kasar lagi,” tambahnya.
Dampak Positif bagi Orang Tua
Manfaat kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh anak-anak, tetapi juga oleh para orang tua.
Salah satu orang tua peserta, Yuyun Yuningsih, mengaku sengaja mengikutsertakan anaknya dalam Ramadhan Ceria agar bulan Ramadhan diisi dengan kegiatan yang bermanfaat.
“Saya ingin anak saya memiliki kegiatan yang baik di bulan Ramadhan agar lebih berkah. Harapannya anak bisa memahami makna Ramadhan dan memiliki akhlak yang baik,” ujarnya.
Ia juga melihat perubahan positif pada anaknya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Anak saya jadi lebih rajin salat. Bahkan suatu hari saat dia pulang dari acara ini, langsung memeluk saya dan meminta maaf setelah menonton tayangan tentang orang tua dan renungan malam, Saya sangat terharu,” tuturnya sambil berkaca-kaca.
Menanamkan Kepedulian Sosial
Selain membentuk akhlak, Ramadhan Ceria juga menanamkan nilai kepedulian sosial kepada anak-anak.
Kegiatan selanjutnya adalah program berbagi kepada anak yatim/piatu. 3 tahun yang lalu peserta diajak mengunjungi panti asuhan menggunakan kereta odong-odong untuk menyerahkan donasi berupa sembako, pakaian layak pakai serta uang tunai secara langsung kepada anak-anak panti.
Namun dalam 2 tahun terakhir, kegiatan berbagi lebih difokuskan kepada anak-anak warga sekitar. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan belajar tentang empati dan kepedulian terhadap sesama sejak dini.
Setelah itu, sebagai penutup kegiatan tahun ini, seluruh peserta juga mendapatkan tumbler Ramadhan Ceria yang dapat digunakan sebagai perlengkapan bekal sehari-hari.
Dari Peserta Menjadi Penggerak
Menariknya, perjalanan Ramadhan Ceria juga melahirkan generasi penerus yang melanjutkan semangat kegiatan ini. Salah satu alumni peserta Ramadhan Ceria angkatan pertama kini dipercaya menjadi ketua pelaksana kegiatan.
Hal ini menunjukkan bahwa Ramadhan Ceria tidak hanya memberikan pengalaman sesaat, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi para pesertanya.
Harapan untuk Masa Depan
Dukungan masyarakat terhadap kegiatan ini terus mengalir. Warga sekitar turut berkontribusi, mulai dari menyediakan makanan ringan bagi peserta hingga membantu konsumsi panitia.
Memasuki tahun ke-XV penyelenggaraannya, Ramadhan Ceria bukan sekadar kegiatan tahunan saja. Ramadhan Ceria ke-XV merupakan ruang pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai keimanan, kebersamaan, dan kepedulian sosial bagi anak-anak.
Harapannya, semangat yang tumbuh dari kegiatan ini tidak berhenti pada momen Ramadhan saja, tetapi terus hidup dalam keseharian mereka membentuk generasi yang memahami Ramadhan bukan hanya sebagai bulan ibadah, tetapi juga sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan menebar kebaikan.








