Rocky Gerung Desak Reshuffle Kabinet, Aktivis 98 Jabar: Saatnya Kabinet Berpihak pada Rakyat

Desakan reshuffle kabinet mengemuka di tengah peringatan 27 tahun Reformasi

Desak Reshuffle Kabinet
Rocky Gerung (rmoljabar)

Daras.id – Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan pernyataan tajam terkait kondisi pemerintahan saat ini. Dalam acara “Sarasehan Aktivis Lintas Generasi Memperingati Reformasi 1998” yang digelar di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Rocky mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan perombakan kabinet atau reshuffle.

“Harus ada reshuffle. Lumpuhkan kabinet. Isi dengan energi baru,” ujar Rocky dalam pidatonya yang dikutip dari kompas.com, Selasa (21/5/2025).

Baca Juga:  Aktivis 98 dari Jabar dan Jakarta Peringati 27 Tahun Reformasi, Kritik Keras Elit Kekuasaan

Menurut Rocky, reshuffle menjadi kebutuhan mendesak karena sebagian besar menteri tidak lagi mencerminkan semangat perubahan. Ia menyebut beberapa di antaranya justru terlihat kecewa karena ruang untuk mengelola anggaran negara semakin terbatas.

“APBN bukan lagi ladang eksploitasi. Beberapa menteri kehilangan ruang manuver. Ini saatnya presiden bersih-bersih,” tambah Rocky, dikutip dari kompas.com.

Aktivis 98 Jabar: Kabinet Harus Diisi oleh Figur Berintegritas

Aktivis 98 Jabar Desak Reshuffle Kabinet
Aktivis 98 Jabar, Joko Suryono (tengah, mengenakan topi), saat mengikuti aksi peringatan 27 tahun Reformasi.

Mendukung desakan tersebut, aktivis ’98 asal Jawa Barat, Joko Suryono, menegaskan pentingnya reformasi kabinet yang berpihak pada rakyat.

Joko menyebut, urgensi reshuffle terletak pada kebutuhan untuk mengisi pos-pos strategis dengan figur-figur yang memiliki legitimasi moral, etika, dan mampu menjalankan amanah Asta Cita Presiden Prabowo.

“Hal inilah yang menjadi landasan urgensi dilakukan reshuffle kabinet, agar pos-pos strategis diisi oleh figur yang memiliki legitimasi moral dan etika dalam menjaga marwah demokrasi, supremasi hukum, serta stabilitas ekonomi,” ujar Joko Suryono dalam keterangan tertulis kepada daras.id, Jumat (23/5/2025).

“27 tahun reformasi bukan sekadar angka tetapi bicara tentang nilai, yakni nilai-nilai perubahan menuju Indonesia Raya yang Adil dan Makmur,” tegasnya.

(San)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *