Website Berita dan Opini
Indeks
Berita  

Aktivis 98 dari Jabar dan Jakarta Peringati 27 Tahun Reformasi, Kritik Keras Elit Kekuasaan

Aktivis 98
Aktivis 98 Menggelar Aksi Memperingati 27 Tahun Reformasi (daras.id)

Daras.id – Sejumlah aktivis 98 dari Jawa Barat dan Jakarta menggelar aksi di depan Gedung Sate, Bandung, pada Selasa pagi (21/5/2025), untuk memperingati 27 tahun gerakan reformasi. Aksi ini menjadi penanda bahwa perjuangan reformasi belum selesai dan perlu terus dikawal bersama.

Muhamad Suryawijaya, Ketua Presidium Perkumpulan Aktivis 98, menyatakan bahwa semangat reformasi hari ini justru dikaburkan oleh elite politik yang lebih sibuk mempertahankan kekuasaan ketimbang menegakkan idealisme perjuangan.

“Kabinet hari ini bukan diisi oleh orang-orang visioner dan berintegritas, melainkan oleh mereka yang pandai berkompromi, bertransaksi, dan bertahan dengan kepalsuan,” ujarnya.

Lima Tuntutan Aktivis 98 dalam Aksi 27 Tahun Reformasi

1. Jalankan Reformasi Hukum Secara Menyeluruh dan Tanpa Kompromi

  • Tegakkan supremasi hukum secara adil dan independen tanpa intervensi politik.
  • Bersihkan Institusi penegak hukum dari praktik korupsi, kolusi, dan penyelahgunaan kekuasaan.
  • Pastikan perlindungan terhadap hak-hak warga negara, termasuk kebebasan berekspresi dan mengemukakan pendapat.

2. Laksanakan Reformasi Kabinet yang Berpihak pada Rakyat

  • Kabinet yang terbentuk saat ini tampaknya didominasi oleh figur-figur oportunis politik yang gagal menunjukkan kapasitas dalam mengonsolidasikan nilai-nilai demokrasi, sehingga menjauhkan bangsa ini dari cita-cita luhur kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Perkuat Demokrasi dan Kebebasan Sipil

  • Hentikan segala bentuk pelemahan terhadap demokrasi, termasuk pembungkaman kritik dan represi terhadap gerakan mahasiswa.
  • Hargai demokrasi sebagai wujud partisipasi publik dalam sistem demokrasi.

4. Ajakan Generasi Muda Menjadi Garda Depan Perubahan

  • Lanjutkan estafet perjuangan reformasi dengan semangat kritis, jujur, dan berpihak pada keadilan sosial.
  • Jaga ruang-ruang dialog antara generasi untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam membangun Indonesia yang lebih demokratis dan berkeadilan.

5. Tangani Krisis Ekonomi dengan Kebijakan Pro-Rakyat

  • Pemerintah harus fokus pada upaya pemulihan ekonomi yang adil dan merata, serta memberikan perlindungan terhadap kelompok rentan di tengah ancaman krisis global.
Baca Juga:  Kemdiktisaintek Luncurkan Beasiswa Doktoral untuk Dosen Indonesia
Aktivis 98 Menggelar Aksi
Aktivis 98 Aksi di Depan Gedung Sate (daras.id)

Suara Reformasi yang Tak Pernah Padam

Para aktivis menyerukan tiga tuntutan utama sebagai penanda bahwa semangat reformasi masih menyala:

“Reformasi Hukum Jalan Terus!”

“Reformasi Kabinet Sekarang Juga!”

“Selamatkan Demokrasi, Selamatkan Ekonomi!”

Aap Salapudin, salah satu aktivis 98, menekankan bahwa kebebasan berpendapat dan berserikat yang kini dinikmati publik adalah hasil nyata dari perjuangan reformasi. Ia juga menyoroti adanya pejabat dan politisi saat ini yang menikmati hasil reformasi meskipun tak pernah ikut memperjuangkannya.

“Ada orang-orang yang tidak menjadi bagian dari gerakan reformasi tapi kini mendapat posisi strategis. Padahal mereka tidak pernah bersentuhan dengan gerakan ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Aap menegaskan bahwa generasi reformasi masih ada dan akan terus hadir sebagai pengingat, bahwa kekuasaan tidak boleh dijalankan semaunya sendiri. Mereka adalah suara sejarah yang tak akan diam saat keadilan disisihkan atau ketika demokrasi dikhianati.

(San)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *