
Ilustrasi pers oleh pixabayOleh Arief Permadi, Jurnalis dan Akademisi
DARAS.ID – Berdasar karakter dan idealismenya, wartawan bisa kita bagi dalam paling tidak lima katagori. Pengenalan katagori wartawan ini akan menjadi pintu masuk untuk mengenal dan mengetahui cara kerja mereka, sekaligus mempersiapkan cara menghadapinya.
Wartawan Idealis
Jenis pertama, kita sebut saja sebagai cita-cita wartawan yang bertindak semata-mata karena pekerjaannya. Ia hidup hanya dari gaji yang diterimanya dari perusahaan tempatnya bekerja. Tak mengutip apa pun dari narasumbernya.
Ia pun tak punya motif apa-apa terkait pemberitaannya, kecuali semata-mata untuk kebenaran.
Wartawan jenis ini, harus kita akui masih menjadi minoritas. Salah satu penyebabnya adalah karena rata-rata gaji wartawan masih relatif minim di negeri ini.
Meski begitu, tak semua wartawan berbergaji minim tak memiliki idealisme yang tinggi. Namun, sekali lagi, jumlahnya masih sangat minim.
Secara kasat mata, wartawan jenis ini bisa kita kenali dari penampilan dan ketaatan mereka menjalani prosedur peliputan. Kebanyakan wartawan jenis ini berpenampilan rapi. Jarang terlihat berkumpul bersama-sama wartawan lainnya di luar kesibukannya mewawancara atau mengejar narasumber.
Tutur kata mereka umumnya sangat sopan. Mereka sangat menghargai privasi seseorang. Lebih mengutamakan pendekatan yang persuasif saat meminta narasumber bicara, dibandingkan pendekatan pendekatan represif.
Sekalipun sopan dan sangat persuasif, hati-hati menghadapi wartawan jenis ini. Pertama, karena mereka pandai sekali merancang pertanyaan. Kedua, karena pemahaman mereka yang mumpuni tentang aturan utama dan hukum yang berlaku. Bukan saja soal apa yang ditanyakan, tapi juga terkait pernyataan yang mana saja dari narasumbernya yang bisa ia kutip.
Oleh karena itu, menghadapi wartawan seperti ini, langkah terbaik adalah memenuhi permintaan mereka untuk mwawancara. Lakukan dengan baik dan ramah, namun tidak perlu berlebihan.
Jawablah semua pertanyaan sejujurnya dan seterang-terangnya. Jika Anda khawatir bahwa pernyataan Anda akan berdampak buruk pada diri sendiri maupun institusi tempat Anda bekerja, kemukakanlah kekhawatiran itu. Nyatakan bahwa apa pernyataan yang Anda khawatirkan berbahaya itu adalah pernyataan yang dari catatan.
Wartawan seperti ini akan segera mengerti dan mematuhinya. Namun, mereka biasanya akan segera meminta rekomendasi tentang siapa selain Anda yang mungkin menyatakan pernyataan senada, tetapi dengan catatan.
Wartawan Semiidealis
Jenis wartawan yang kedua adalah wartawan yang semiidealis. Ia adalah wartawan yang jelas media tempatnya bekerja. Tidak pernah menyalahgunakan statusnya sebagai wartawan. Ia bekerja memang untuk mencari berita. Tidak pernah membuat, tapi juga tidak anti dengan pemberiannya.
Wartawan seperti ini jumlahnya sangat banyak. Mereka tidak hanya bekerja di media-media kecil, tapi juga media cukup besar dan terkenal.
Jika apa yang kini sedang Anda kerjakan menuntut Anda untuk bersinggungan sebanyak mungkin dengan media, wartawan seperti ini adalah mitra yang menguntungkan. Oleh karena itu, jalinlah hubungan sebaik mungkin dengan mereka.
Kenali mereka secara pribadi. Akan tetapi, jagalah agar antara Anda dengan wartawan tetap mempunyai batas yang jelas.
Wartawan Pencari Amplop
Jenis wartawan lainnya adalah media mereka yang massanya jelas. Akan tetapi cara kerjanya lebih sebagai pencari amplop berisi uang daripada pencari berita.
Wartawan seperti ini biasanya bukan tipe wartawan pemeras. Tapi mereka adalah tipikal yang tahan banting (baca: tahan malu). Kerap mengupayakan berbagai cara dan mampu menunggu selama berjam-jam dalam suatu, yang penting mendapatkan “amplop”.
BACA JUGA:
Wartawan Sosok Urakan dan Suka Nabrak Aturan Tak Sepenuhnya Benar
Di antara jenis wartawan ketiga ini, jenis wartawan seperti inilah yang biasanya paling menyebalkan. Pertama, karena keuletannya dalam mendapatkan “amplop”. Kedua, karena mereka punya media yang jelas. Ini membuat narasumber juga harus bisa menahan diri. Sebab, memperlakukannya dengan buruk, misalnya dengan maksud judes, mengeluarkan kata-kata kasar dan jahat, akan mendatangkan risiko yang tidak kecil bagi narasumber.
Namun sebenarnya, tidak terlalu sulit untuk mengatasinya. Siapkan saja amplop berisi uang senilai dua atau tiga kali dari harga pertalite. Kemas sedikit uang tersebut dalam amplop, lalu katakan bahwa untuk saat ini Anda belumlah dapat memberi keterangan apa pun seperti yang ditanyakan wartawan. Saat yang sama, segeralah Anda katakan bahwa Anda harus segera pergi karena mempunyai acara lain. Tak lupa berikan amplop uang yang sudah disiapkan tadi.
Mengenai cara kedua, jangan temui wartawan tersebut. Tugaskanlah salah seorang staf Anda untuk menyampaikan bahwa Anda tak bisa ditemui. Jika wartawan itu ternyata terus menunggu, biarkan saja dan jangan pernah menemui mereka satu kali pun.
Wartawan Pemeras
Jenis keempat adalah tipe wartawan pemeras. Sekalipun berprofesi sebagai wartawan dengan media yang jelas, mata pencaharian wartawan jenis ini sebenarnya adalah pemerasan. Ia selalu mencari-cari kesalahan orang lain dan menjadikannya senjata untuk melakukan pemerasan.
Oleh karena itu, langkah terbaik menghadapi wartawan seperti ini adalah dengan melaporkannya ke polisi. Tak perlu takut selama Anda berada dalam posisi yang benar.
Wartawan Gadungan
Hampir sama dengan jenis keempat adalah orang yang mengaku wartawan, padahal bukan wartawan. Namun, seperti seorang wartawan, ia juga berbekal kartu tanda pengenal wartawan yang entah dari media mana.
Dalam banyak kasusnya, mereka akan memakai nama media yang mirip dengan media yang ada, misalnya Kompas Persada Nusantara Jaya Post, Berita Tempo Baru Post, Media Indonesia Bersama Kita Post, dan sebagainya (sekadar contoh, tidak benar-benar ada).
Saat mengenalkan dirinya, mereka hanya akan menyebut kata yang terkenalnya saja. Misalnya, dari Tempo tanpa menyebut kata Berita dan Baru. Dari Kompas tanpa menyebut kata Persada Nusantara Jaya Post , atau Media Indonesia tanpa menyebut kata Bersama Kita Post .
PENGUTIPAN
Permadi, A. (2024, 14 September). Jenis wartawan berdasarkan karakter dan idealismenya, dan cara menghadapi mereka [Halaman web]. Diakses dari https://daras.id/jenis-wartawan-berdasar-karakter-dan-idealismenya-dan-cara-menghadapi-mereka/






