Transformasi IAI Persis Bandung Menuju Good University Governance yang Berkeadaban

Lulusan KPI IAI Persis Bandung
Foto IAI Persis Bandung

Oleh A. Badru Rifa’i

Pelantikan tasykil baru IAI Persis Bandung untuk periode 2025–2027 pada Jumat, 23 Mei 2025, menjadi momen penting dalam sejarah kelembagaan kampus ini. Acara tersebut menandai awal fase baru dalam perjalanan institusi pendidikan tinggi ini sebagai pusat pengembangan ilmu, moral akademik, dan dakwah ideologis Persis.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang lahir dari semangat tajdid jam’iyah Persatuan Islam, IAI Persis Bandung tidak hanya berperan sebagai lembaga akademik. Lebih dari itu, ia menjadi motor penggerak peradaban Islam berbasis nalar, etika, dan pembaruan.

Kepemimpinan baru ini diharapkan membawa arah transformasi Good University Governance (GUG) yakni tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel, transparan, partisipatif, dan adil.

Baca Juga:  Pelantikan Tasykil IAI PERSIS Bandung: Rektor Tekankan Integrasi serta Akselerasi Akademik

Transformasi ini menjadi semakin penting seiring dengan terbitnya Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Dalam Pasal 3 ayat (2), disebutkan bahwa penjaminan mutu bertujuan “mengembangkan budaya mutu dan membangun sistem penjaminan mutu internal secara berkelanjutan.”

Sementara itu, Pasal 5 menekankan pentingnya evaluasi diri, audit mutu internal, dan pelaporan kinerja secara periodik dan objektif oleh setiap perguruan tinggi. Ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan peluang strategis bagi kampus.

Penataan Sistem Internal yang Berintegritas

Bagi IAI Persis Bandung, regulasi tersebut menjadi pendorong untuk menata ulang sistem internal secara lebih terstruktur dan berbasis integritas. Penataan ini harus selaras dengan nilai-nilai moral akademik dan ideologi jam’iyyah Persis.

Pasal 6 Permendikbudristek menekankan bahwa mutu tidak hanya terkait hasil akhir (output), tetapi juga proses. Ini mencakup tata kelola, pembelajaran, dan capaian lulusan yang harus dilandasi oleh budaya mutu dan pengembangan akal budi.

Tiga Langkah Strategis Transformasi IAI Persis Bandung

Untuk mewujudkan Good University Governance yang Berkeadaban, perlu mengambil tiga langkah strategis berikut:

  1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem tata kelola dan penjaminan mutu.
  2. Membangun komunikasi kelembagaan yang sehat, kolaboratif, dan solutif di semua tingkatan struktur.
  3. Memperkuat nilai-nilai akal budi dan semangat tajdid dalam setiap kebijakan dan aktivitas kampus.

Transformasi kelembagaan ini sejalan dengan karakter jam’iyyah Persis yang menolak formalisme birokrasi tanpa ruh etis dan intelektual.

Menjadi Kampus yang Berkeadaban

IAI Persis Bandung harus tampil sebagai kampus yang berkeadaban. Artinya, kampus ini bukan hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga berkomitmen pada nilai kebenaran, kejujuran, dan keadilan dalam seluruh pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Baca Juga:  IAI PERSIS Bandung Umumkan Susunan Tasykil Kepemimpinan Masa Jihad 2025–2027

Dengan menjadikan Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 sebagai landasan regulatif, serta nilai-nilai tajdid Persis sebagai fondasi ideologis, IAI Persis Bandung memiliki peluang besar untuk menegaskan diri sebagai institusi unggul dan visioner.

Kepemimpinan baru ini adalah titik awal menuju pembaruan struktural dan kultural. Pembaruan ini bertujuan menjunjung tinggi moral akademik dan ideologi jam’iyyah di era digital dan transformatif saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *