
Bandung – DARAS.ID. Berdasarkan hasil quick count hari ini pukul 18.00 WIB, yang dilakukan peneliti LSI Denny JA., Bilal Saputra disimpulkan bahwa pasangan nomor urut 1 mendapat suara 43,27 persen dan pasangan nomor urut 2 mendapat 56,73 persen suara.
Keunggulan ini dianggap sebagai cerminan aspirasi masyarakat yang mendambakan kepemimpinan responsif dan inklusif.
Hal ini juga sejalan dengan hasil Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Al-Furqon Institute beberapa waktu lalu.
FGD bertema “Mengembangkan Kepemimpinan yang Responsif, Inklusif, dan Berorientasi pada Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Bandung” melibatkan elemen masyarakat yang luas.
Para peserta diskusi berasal dari berbagai kalangan, termasuk organisasi masyarakat, budayawan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), aktivis perempuan, praktisi media, praktisi hukum, hingga kalangan pemuda.
Konsensus yang muncul dalam FGD tersebut menekankan pentingnya inklusivitas sebagai kunci keberhasilan kepemimpinan di Kabupaten Bandung.
Herdiana, Direktur Program Al-Furqon Institute, menilai hasil quick count sebagai respons positif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Diskusi kami menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Bandung membutuhkan pemimpin yang merangkul semua elemen tanpa terkecuali. Hasil quick count ini memberikan sinyal bahwa pasangan Dadang-Ali mampu menghadirkan kepemimpinan inklusif yang diharapkan,” ujar Herdiana.
Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya menunggu penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). “Quick count ini adalah gambaran awal yang positif, tetapi kita harus menghormati proses resmi dari KPUD untuk hasil final,” tambahnya.
Relevansi Visi “Bandung Bedas”
Visi “Bandung Bedas” yang diusung Dadang-Ali dinilai selaras dengan kebutuhan Kabupaten Bandung untuk pembangunan berkelanjutan.
Program-program pasangan ini mencakup pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, peningkatan infrastruktur, dan dukungan terhadap sektor ekonomi kreatif, yang semuanya dirancang untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Hasil quick count ini mempertegas keyakinan masyarakat bahwa pasangan Dadang-Ali memiliki kapasitas untuk mewujudkan pemerintahan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan warganya.
Harapan Masyarakat
Dengan capaian ini, perhatian publik kini tertuju pada langkah selanjutnya, yakni penetapan resmi hasil Pilkada oleh KPUD.
Masyarakat Kabupaten Bandung berharap pasangan Dadang-Ali dapat merealisasikan janji-janji kampanye mereka, memastikan setiap kebijakan yang diambil mencerminkan inklusivitas dan berorientasi pada kepentingan bersama.
Hasil ini juga menjadi momentum untuk memulai era baru di Kabupaten Bandung, dengan kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada hasil tetapi juga mengedepankan keterlibatan semualapisan masyarakat.
(dinur)





