
Error: Contact form not found.
Oleh Dinur
Dulu,
di atas motor kita tertawa,
jalan panjang itu terasa milik kita,
dan aku sempat yakin,
asing tak akan pernah singgah di antara kita.
Dulu,
di meja makan sederhana,
dengan dua piring dan cerita yang tak habis,
aku berpikir kita akan selamanya
duduk berdampingan, tak pernah berpisah.
Dulu,
di bawah hujan, basah bersama,
aku menatap wajahmu,
penuh harap, penuh tulus,
meyakini benci tak akan punya tempat
di hati kita.
Tapi sekarang…
segala “dulu” itu hanyalah salah.
Kita yang dulu, tak lagi sama,
jauh tak terjangkau,
bahkan sekadar menyapa
rasanya seperti mendaki gunung
tanpa puncak yang terlihat.
Seasing inikah kita?
Hanya tersisa bayangan,
potongan kenangan
yang bermain di kepala.
Tawa di atas motor,
cerita di meja makan,
dan hujan yang pernah menyelimuti kita…
semua itu tinggal hampa,
menghantui malam-malam panjangku.
Kini,
aku hanya bisa menggenggam kenangan,
tanpa tanganmu.
Aku hanya bisa mengingat kebahagiaan,
tanpa kehadiranmu.
Dan aku hanya bisa menyesali,
mengapa kita berubah menjadi seasing ini. Wallahu’alam






